Berita Dunia Islam Terdepan

Setelah pembicaraan “gencatan senjata”, Ghautah Timur masih terus dibombardir

Ghautah Timur menjadi target bombardir setiap harinya. (Foto: Zaman Alwasl)
268

GHAUTAH (Arrahmah.com) – Pemboman di daerah yang dikendalikan oleh pejuang Suriah, Ghautah Timur terus berlanjut pada Sabtu (27/1/2018), ujar kelompok pemantau, setelah juru bicara salah satu faksi pejuang mengatakan pada Jum’at (26/1) bahwa Rusia berjanji akan melakukan “gencatan senjata”.

Tidak ada “gencatan senjata” yang diumumkan secara resmi oleh Rusia atau rezim Suriah, yang tentaranya mengepung daerah yang terletak di dekat Damaskus selama bertahun-tahun dan telah meningkatkan pengebomannya di sana dalam beberapa bulan terakhir, lansir Zaman Alwasl.

Lima pemboman menargetkan Ghautah Timur semalam, termasuk serangan roket dan artileri, ujar laporan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berbasis di Inggris.

Rusia adalah pendukung utama rezim Nushairiyah pimpinan Bashar Asad dalam perang yang telah memasuki tahun ketujuh.

Babak kesembilan perundingan damai yang disponsori PBB berakhir di Wina pada Jum’at (26/1) tanpa hasil.

Ayman Al-Asemi, anggota dewan militer Tentara Pembebasan Suriah (FSA) mengatakan bahwa Rusia telah berjanji kepada juru runding oposisi di Wina bahwa mereka akan menekan Damaskus untuk memberlakukan “gencatan senjata” di Ghautah Timur.

Perundingan di Wina berakhir dengan oposisi Suriah mengatakan mereka tidak akan menghadiri sebuah kongres perdamaian Suriah yang diadakan Rusia pekan depan di Sochi.

Ghautah Timur merupakan rumah bagi skeitar 400.000 orang dan berada dalam zona “de-eskalasi” yang disepakati di bawah kesepakatan “gencatan senjata”, namun pertempuran belum pernah berhenti di sana. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...