Berita Dunia Islam Terdepan

Respon operasi militer Turki, pengungsi Suriah jadi target penembakan pasukan Kurdi

Kota Perbatasan Kilis, Turki. (Foto: Zaman Alwasl)
634

AFRIN (Arrahmah.com) – Pengungsi Suriah di kota Kilis, Turki, kini dalam keadaan panik saat milisi Kurdi melakukan pembalasan terhadap operasi militer Turki di Afrin dengan membombardir kota perbatasan tersebut.

Dua orang tewas dan belasan lainnya luka-luka di Kilis setelah dua roket diluncurkan dari Afrin, lansir Zaman Alwasl pada Kamis (25/1/2018).

Ketika operasi Turki melawan pasukan Kurdi di Afrin memasuki hari keenam, beberapa roket menyerang kota-kota perbatasan Turki, kota Kilis dan Reyhani, membunuh dan melukai pengungsi Suriah dan warga sipil Turki.

Pasukan Turki pada Sabtu pekan lalu meluncurkan “Operasi Cabang Zaitun” di Afrin, Suriah untuk memerangi pasukan Kurdi, menargetkan elemen YPG di daerah kantong Kurdi dengan didukung faksi Tentara Pembebasan Suriah (FSA).

Pasar di Kilis dalam keadaan antisipasi, menyusul resesi baru-baru ini disertai gelombang inflasi yang tinggi karena ketidakstabilan Lira Turki terhadap mata uang asing.

Abu Muhammad, pemiliki toko makanan mengatakan kepada Eqtsad tentang kekhawatirannya akan situasi yang tidak stabil yang terjadi saat ini, menambahkan bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk pindah ke kota lain di Turki.

“Kota ini terutama menderita karena kurangnya aktivitas sosial. Gelombang baru pemboman memperburuk keadaan. Perdagangan hampir tidak ada,” ungkapnya.

Seperti Abu Muhammad, seorang sales pakaian, Abdul Hakim, menunggu pertempuran reda, ia menunda keinginan untuk meninggalkan kota.

Abdul Hakim menjelaskan kepada Eqtsad bahwa alasan dia tinggal di Kilis adalah karena kedekatannya dengan perbatasan Suriah dan atmosfer Suriah, “namun yang terpenting adalah pekerjaan,” tambah Hakim.

Jumlah orang Suriah yang tinggal di Kilis diperkirakan mencapai 124.000 dan jumlahnya lebih tinggi dari orang Turki di kota tersebut, menurut sumber media Turki. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...