Berita Dunia Islam Terdepan

Lebih seratus orang hapus tato di Masjid Cut Mutia dan Siap Hijrah

Petugas menembakkan sinar laser kepada lengan warga yang bertato. [Foto: Merdeka.com]
1,106

JAKARTA (Arrahmah.com) – Lebih dari 120 orang memadati kompleks masjid Cut Mutia, Menteng, Jakarta Pusat, sejak Sabtu (27/1/2018) pagi. Mereka datang berbondong-bondong untuk menghapus tato di tubuh mereka.

Layanan menghapus tato gratis ini digagas oleh Islamic Medical Service (IMS) dan Majelis Ta’lim Telkomsel (MTT). Tak hanya itu, MTT juga siap untuk melakukan pembinaan agama kepada mereka.

Ketua MTT Wawan Budi Setiawan mengatakan, kegiatan ini bukan hanya sekadar menghapus tato lalu selesai. Ia mengungkapkan, peserta hapus tato itu juga akan dibina soal ilmu agama.

“Setelah ini tuh ada perjanjiannya harus siap dibina. Jangan sampai setelah tatonya dihapus, terus kembali ke komunitasnya,” tandas Wawan di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta, Sabtu, (27/1), lansir Kumparan.

Wawan mengatakan program ini akan berlanjut dalam beberapa gelombang. Bahkan ada kemungkinan akan berlangsung di kota-kota lain di Indonesia.

Berdasarkan keterangan panitia penyelenggara, ada sekitar 1.100 orang yang sudah mendaftar program yang dijadwalkan berlangsung pukul 08.00-15.00 WIB ini. Mayoritas peserta didominasi oleh pria sekitar 900 orang. Namun hingga siang, baru sekitar 120 orang yang sudah datang.

Latar belakang peserta macam-macam. Mulai dari pedagang, pengemudi ojek online, pelajar, karyawan swasta, anggota polisi, hingga pegawai negeri sipil (PNS) terdaftar di dalam program ini.

Analis laboratorium dari IMS, Sudihadi Ariwibowo mengatakan program menghapus tato dengan sinar laser ini merupakan yang pertama kali mereka adakan. Tujuannya adalah membantu orang-orang yang berniat melapangkan ibadahnya.

“Banyak yang ingin hijrah, makanya banyak yang pengen menghilangkan tatonya,” tutur Sudihadi, lansir CNN.

Untuk mengikuti program menghapus tato ini, seseorang hanya perlu mendaftarkan diri lewat beberapa akun medsos milik penyelenggara. Kemudian mereka harus menyerahkan hasil pemeriksaan kesehatan dirinya ke panitia.

Mereka yang punya riwayat penyakit HIV-AIDS, Hepatitis B dan C, TBC, gula darah rendah, dan gula darah tinggi tidak diperkenankan mengikuti program ini.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...