Berita Dunia Islam Terdepan

Iran jalankan pabrik senjata kimia di Suriah

Lokasi yang diduga merupakan pabrik senjata kimia yang dijalankan Iran di Suriah. (Foto: Zaman Alwasl)
469

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Ketika rezim Nushairiyah pimpinan Bashar Asad kembali melancarkan serangan kimia di distrik pinggiran Damaskus yang dikepung, sumber-sumber mengatakan kepada Zaman Alwasl bahwa sebagian besar senjata kimia dalam negeri dan misil yang digunakan dalam serangan tersebut diproduksi oleh Iran.

Damaskus telah berulang kali dituduh menggunakan senjata kimia, dengan PBB di antara pihak yang menyalahkan rezim untuk serangan gas sarin pada April 2017 di desa Khan Sheikhoun yang dikendalikan oleh pejuang Suriah yang menyebabkan sejumlah orang terbunuh.

Meskipun Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson pada Selasa (23/1/2018) lalu mengatakan Rusia bertanggung jawab atas serangan kimia baru-baru ini di Ghautah Timur, sumber mengatakan bahwa Iran telah terlibat dalam serangan tersebut, lansir Zaman Alwasl pada Jum’at (26/1).

Lebih dari 20 warga sipil kebanyakan anak-anak, menjadi korban serangan gas klorin di pinggiran Ghautah Timur pada Senin (22/1).

Komentar Tillerson muncul saat para diplomat dari 29 negara bertemu di Paris untuk meminta sanksi dan tuntutan pidana terhadap pelaku serangan kimia di Suriah.

Sumber mengungkapkan bahwa para pakar Iran telah memproduksi rudal baru dengan kekuatan menghancurkan yang besar dan biaya yang murah.

Metode mereka berdasarkan akuisisi mesin rudal yang diimpor dari Cina, Rusia, Korea Utara dan Ukraina atau yang diproduksi di dalam negeri di Pusat Penelitian Ilmiah yang dikelola militer dan pabrik Sfira di provinsi utara Aleppo.

Komponen Rudal

– Mesin roket Katyusha 107-mm (Rusia, Korea, Cina)
– Mesin roket BM-14 kaliber 140 mm buatan Rusia
– Mesin roket grad (Rusia, Korea, Cina)
– Mesin roket 220 mm buatan sendiri
– Mesin roket 302 mm buatan sendiri

Pusat-pusat pembuatan senjata kimia yang berada di bawah kontrol Iran

– Laboratorium Pertahanan di Sfira yang hancur total di tahun 2016 selama ledakan yang tidak diketahui penyebabnya, yang menyebabkan kehancuran sepenuhnya, membuat tempat tersebut berubah menjadi sebuah pabrik senjata kimia.

– Pabrik 794 yang berbasis di Damaskus di Pusat Penelitian Ilmiah. Pabrik itu dulunya dimiliki oleh Perusahaan Industri Pertahanan. Kemudian beralih menjadi Pusat Penelitian Ilimah. Ini merupakan situs terpenting untuk pembuatan senjata berat di Suriah, dan sebagian besar pekerjanya adalah orang-orang Suriah dengan beberapa ahli Iran.

– Institut Mekanik 2000 di Barza, yang terletak di pinggiran utara Damaskus.

Tenaga perang Iran mencapai 82.000 orang, termasuk 60.000 warga Suriah, 9.000 anggota “Hizbullah”, 3.000 anggota Garda Revolusi Iran dan 10.000 milisi Syiah yang melakukan kekerasan yang direkrut dari seluruh Timur Tengah, termasuk Irak, Afghanistan dan Pakistan.

Menurut laporan Zaman Alwasl, setidaknya ada 130 serangan senjata kimia di Suriah sejak 2012. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...