Berita Dunia Islam Terdepan

Militer Turki perangi YPG dari dua front di Afrin, Suriah

Pasukan Turki yang berpartisipasi dalam kampanye militer di Afrin. (Foto: AP)
1,096

AFRIN (Arrahmah.com) – Pasukan Turki mengklaim telah menguasai 11 posisi pasukan Kurdi Suriah dan menciptakan “zona aman” di wilayah Afrin, barat laut Suriah, menurut laporan media Turki.

Laporan pada Selasa (23/1/2018) mengatakan tentara Turki yang dibantu oleh faksi FSA mendorong ke arah selatan Suriah dari dua frontdi sebelah barat dan timur.

Tentara Turki yang memulai operasi Afrin pada Sabtu (20/1) dilaporkan telah berhasil merebut desa Shankal, Qorne, Bali dan Adah Manli, serta wilayah pedesaan Kita, Kordo dan Bibno dan empat lainnya di bukit Afrin, lansir Al Jazeera mengutip harian Turki Hurriyet.

Kantor berita Anadolu mengatakan bahwa pasukan meluncurkan front kedua ke arah Afrin dari Azaz pada Senin (22/1) untuk mengepung pasukan YPG-pasukan Kurdi Suriah-baik dari barat dan timur dalam upaya untuk maju ke selatan Afrin.

Turki menunjuk YPG sebagai kelompok teroris yang merupakan cabang Partai Buruh Kurdistan (PKK) yang telah melakukan perang berdarah selama tiga dekade melawan pemerintah Turki.

Laporan Korban

Militer Turki mengumumkan kematian pasukannya untuk pertama kali setelah seorang tentara tewas dalam bentrokan dengan YPG di tenggara kota perbatasan Gulbaba.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berbasis di Inggris mengatakan bahwa total 22 warga sipil Suriah telah terbunuh oleh serangan Turki dan dua lainnya oleh tembakan Kurdi selama operasi tersebut.

Dikatakan bahwa 54 kombatan termasuk 19 militan yang didukung Turki, 26 pasukan Kurdi dan 9 orang tak dikenal telah tewas.

Ankara bagaimanapun membantah telah menimbulkan korban sipil, dengan Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu menuduh YPG mengirimkan propaganda omong kosong dan kebohongan tak berdasar.

Dewan Keamanan PBB membahas serangan Turki dan memburuknya krisis kemanusiaan di Suriah pada Senin (22/1) namun tidak mengecam atau menuntut diakhirinya operasi Turki.

Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson saat berkunjung ke London mengatakan bahwa dia “prihatin” tentang serangan tersebut dan kepala diplomatik Uni Eropa Federica Mogherini mengatakan dia akan membahas situasi tersebut dengan Turki.

Namun, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa kampanye tersebut akan berakhir “ketika target tercapai”.

“Sudah berapa lama Anda di Afghanistan? Dan apakah di Irak telah berakhir?” Ujarnya mengacu pada kehadiran militer AS yang sudah sangat lama di negara-negara tersebut.

Erdogan sebelumnya mengindikasikan bahwa saat Afrin telah dikontrol penuh, Turki akan menuju ke timur untuk mengalahkan YPG di kota Manbij. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...