Berita Dunia Islam Terdepan

Diperiksa hampir 9 Jam, Dahnil Pesimis Polisi Tuntaskan Kasus Novel

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.
762

JAKARTA (Arrahmah.com) – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjalani pemeriksaan oleh sembilan penyidik di Ditreskrimum Polda Metro Jaya selama 8,5 jam pada Senin (22/1/2018)..

Dahnil tiba di Polda sekitar pukul 14.00 WIB dan selesai pukul 22.36 WIB.

Dahnil menuturkan, selama pemeriksaan, dia hanya menyampaikan jika dirinya merasa pesimis kepada polisi, yang belum menuntaskan kasus kekerasan penyiraman terhadap Novel Baswedan.

“Pesimis dengan polisi mau menuntaskan kasus ini,” tutur Dahnil, lansir portal PP Pemuda Muhammadiyah, Sang Pencerah.

Selama hampir 9 jam itu, Dahnil dicecar dengan 24 pertanyaan. Akan tetapi dalam pertanyaan tersebut menurutnya, pihak penyidik tidak menanyakan tentang mata elang, yang sempat disinggung oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya.

“Misalnya pemeriksaan saya ini terkait dengan yang ada di media, Pak Argo menyebut karena mata elang. ternyata gak ada satupun pertanyaan terkait itu,” jelas pendiri Madrasah Antikorupsi tersebut.

Di lain pihak, atas pernyataannya yang mengkritik pihak kepolisian karena lamban menangani kasus penyiraman air keras penyidik KPK Novel Baswedan, Dahnil meminta agar pihak kepolisian tak alergi menerima kritikan dari manapun.

Dahnil menuturkan jika dirinya tidak akan segan-segan mengkritik aparat kepolisian, jika kasus ini masih belum tuntas.

“Saya akan terus mengkritik proses penyelesaian kasus ini,” tandasnya.

Meski begitu, Dahnil menyarankan agar pihak kepolisian juga mendorong kinerja tim gabungan pencari fakta. Bukan tanpa alasan, menurut Dahnil, dengan adanya tim tersebut diharapkan kasus Novel yang 9 bulan terabaikan dapat segera diselesaikan.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...