Sesat! "Imam" gay berencana bangun masjid pro-LGBT di Australia

Nur Warsame, seorang gay yang mengklaim diri sebagai ulama (imam), berharap bahwa ia mampu menyediakan tempat yang nyaman bagi mereka (kaum LGBT, Red.) yang hidup penuh ketakutan. (Foto: ABC)
1,003

CANBERRA (Arrahmah.com) – Seorang “imam” yang secara terang-terangan mengidentifikasi diri sebagai gay, berharap dirinya bisa membangun masjid pertama yang ramah LGBT di Australia tahun depan, Independent.co.uk melansir pada Rabu (10/1/2018).

Nur Warsame mengatakan kepada Independent bahwa dia telah dibanjiri teriakan minta tolong dari Muslim gay yang merasa tidak punya tempat.

“Saya telah berurusan dengan para pemuda yang telah dikucilkan dari keluarga mereka,” katanya. “Saat itulah anda punya masalah.”

Orang-orang telah “mencoba menghapus kaum gay dari orang yang mereka cintai,” tambahnya.

Warsame, yang dulu memimpin sebuah masjid di Melbourne, mendeklarasikan diri sebagai pemimpin Muslim gay pertama di negara itu pada tahun 2010. Dia mengatakan bahwa dia diasingkan oleh komunitas Islam saat dia mengungkapkan orientasi seksualnya.

Warsame yang juga mengaku Hafiz ini menambahkan bahwa dia dulu pernah menikah, namun pada akhirnya bercerai karena ia enggan untuk terus menjalani “kehidupan ganda”.

Ia berharap dapat mengubah sebuah bangunan di Melbourne menjadi rumah aman dan pusat konseling bagi Muslim gay, dan juga tempat beribadah.

Ini adalah masalah “hidup dan mati” bagi beberapa Muslim LGBT, yang dibiarkan hidup dalam ketakutan akan kekerasan setelah menjadi gay, tambahnya.

“Saya memiliki masalah dengan orang-orang yang menjalani kehidupan ganda, menikah dan juga menjadi gay atau menolak spiritualitas mereka, jadi saya pikir saya akan menemukan sebuah platform yang menengahinya,” klaimnya.

“Masjid ini akan menjadi tempat untuk memberikan penyembuhan dan mengatasi tunawisma, masalah kesehatan mental, masalah merugikan diri sendiri, masalah kecanduan, dan lainnya,” tambahnya. 

“Ini adalah rencana yang telah saya pikirkan matang-matang selama empat tahun dan kita akan melihat hasil nyatanya segera. Kami mendapat dukungan dari pemerintah negara bagian tapi birokrasi dan niat tidak pernah sama. Tapi saya optimis, saya berharap bisa mendapatkannya tahun ini.”

Warsame, yang telah menjadi seorang imam sejak tahun 2001 mengatakan bahwa ini adalah isu dunia yang sampai di luar Australia.

“Saya memiliki beberapa orang yang menghubungi saya dari London yang memiliki masalah dalam mengkompromikan seksualitas mereka dengan spiritualitas mereka,” katanya. “Ini terjadi dalam skala yang sangat besar.”

Ia merasa akar masalahnya berasal dari teks-teks agama lama yang menghadirkan homoseksualitas sebagai dosa.

Masjid yang diusulkan akan dekat dengan sejumlah tempat layanan, seperti fasilitas medis dan kantor polisi khusus kaum LGBT. Warsame juga berharap suatu hari juga bisa melakukan pernikahan Muslim gay di masjid tersebut. Na’udzubillaah. (althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.