Terkait Yerusalem, Arab Saudi dan Turki desak persatuan negeri Muslim melawan AS (?)

Raja Salman dan PM Turki Binali Yildirim (Foto: AA)
1,042

RIYADH (Arrahmah.com) – Perdana Menteri Turki dan Raja Arab Saudi telah meminta dunia Islam untuk “bertindak dengan persatuan” melawan keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota “Israel”, lansir Al Jazeera.

Binali Yildirim dan Salman bin Abdulaziz “menekankan pentingnya status Yerusalem” dalam sebuah pertemuan di Riyadh pada Rabu (27/12/2017). Mereka mengatakan bahwa dunia Muslim harus tetap bersatu untuk melindungi hak-hak “saudara-saudara” di Palestina, menurut sebuah pernyataan dari kantor perdana menteri Turki.

Baik Turki maupun Arab Saudi telah mengkritik keras keputusan Presiden AS Donald Trump.

Pengumuman Trump pada 6 Desember menimbulkan kecaman internasional yang meluas dan memicu demonstrasi di wilayah Palestina yang diduduki dan di kota-kota di Timur Tengah, Afrika Utara dan Asia.

Mayoritas besar anggota Majelis Umum PBB minggu lalu menentang ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya dari AS dan memilih untuk menyatakan keputusan Trump “batal secara hukum”.

Yildirim dan Salman sepakat bahwa resolusi 22 Desember merupakan “pesan kuat dari masyarakat internasional”, menurut pernyataan Turki tersebut.

Kantor berita resmi Saudi, SPA, mengatakan pertemuan Salman dan Yildirim dimaksudkan “meninjau hubungan bilateral antara kedua negara, sarana untuk meningkatkannya, dan perkembangan terakhir di kawasan ini”.

Kunjungan dua hari Yildirim terjadi di tengah tanda-tanda ketegangan dalam hubungan antara Ankara dan Riyadh.

Turki telah berusaha menjalin hubungan lebih dekat dengan Iran, sebuah negara yang dianggap Saudi sebagai rival regional utamanya.

Turki juga telah mendukung Qatar selama blokade enam bulan yang diberlakukan oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir.

Galip Dalay, seorang analis yang berbasis di Istanbul, mengatakan bahwa perundingan Rabu (27/12) adalah upaya untuk “menciptakan suasana dialog … dan pertanda niat baik dari kedua belah pihak, bukan menyelesaikan masalah besar yang dibahas keduanya”.

Yildirim juga diperkirakan akan bertemu dengan Pangeran Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman pada hari yang sama. (althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.