AS peringatkan warganya di Indonesia terkait Aksi Bela Palestina hari ini

Massa aksi Bela Palestina atau Aksi 1712 di Monas, Jakarta Pusat mengibarkan bendera Palestina. (Foto:Detikcom)
2,378

JAKARTA (Arrahmah.com) – Kedutaan Besar AS untuk Indonesia menginformasikan kepada segenap warga AS yang berada di Indonesia untuk menghindari area Aksi Bela Palestina yang memprotes pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Hati-hati jika berada di sekitar pertemuan besar, aksi protes atau demonstrasi,” demikian pernyataan yang dirilis id.usembassy.gov.

Laman tesebut juga mencatat beberapa Aksi Bela Palestina yang digelar hari ini, Ahad (17/12/2017). Diantaranya adalah Aksi Bela Palestina yang digelar di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), tidak jauh dari Kedubes AS di Jakarta
 
Aksi serupa juga akan berlangsung di Medan, Sumatera Utara. Tercatat sekitar 1.000 orang akan berkumpul di Mesjid Raya Al-Mashun, yang berjarak sekitar 1/2 mil dari Konsulat Jenderal Amerika Serikat.
 
Mereka juga mengingatkan warganya atas aksi serupa di depan Konsulat Jenderal AS di Surabaya pada Ahad (17/12) dan Selasa (19/12). 
 

Hari ini, Ahas (17/12), massa Aksi Bela Palestina terus berdatangan memadati Kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat. Aksi ini digelar oleh Majelis Ulama Indonesia, atau MUI.

Massa menyurakan kedaulatan palestina dan mengecam pengakuan pemerintah AS atas Yerusalem (Al Quds) sebagai ibu kota Israel.

Slogan “Palestina Berdaulat” terus digemakan oleh peserta aksi. Mereka juga mengibarkan bendera Palestina, serta memakai syal Palestina.

Palestina diketahui menjadi negara pertama yang mengakui kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bahkan sebelum resmi merdeka. Sebagaimana diketahui, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan secara de facto pada 17 Agustus 1945. Guna menjadi negara yang berdiri utuh (de jure) tentunya membutuhkan pengakuan dari negara lain.

Dikutip dari buku berjudul Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri, Palestina mengakui kemerdekaan Indonesia di saat negara-negara lain belum memutuskan sikap. Pengakuan ini dilontarkan saat Indonesia masih dijajah tentara Jepang. Pada September 1944, Mufti Besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini mengakui dan mendukung kemerdekaan Indonesia sebelum negara Arab yang lain.

(ameera/arrahmah.com) 

 
Baca artikel lainnya...

Comments are closed.