Berita Dunia Islam Terdepan

Penutupan Alexis, Anies: Saya menyelamatkan yang tak ternilai, harga diri

Anies dan Sandi seusai rapim.
2,142

JAKARTA (Arrahmah.com) – Hotel dan Griya Pijat Alexis mengaku pajak yang disetorkan ke Pemprov DKI Jakarta. senilai Rp 30 miliar per-tahun 

Menanggapi hal di atas, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan meski biaya bayar pajak Alexis tergolong fantastis, namun bukan berarti pemasukan dapat mengalahkan peraturan.

“Akal sehat nih,apakah karena pemasukan yang banyak pelanggaran dibiarkan apakah negri ini mau diatur dengan pemasukan,” ucap Anies, Rabu (1/11/2017), lansir Inilah.com.

Untuk itu, Anies menekankan, justru langkah tegas yang diambil guna menolak izin Alexis adalah keputusan yang tepat.

“Gunanya aturan untuk ditaati. Jadi ongkos pembiaran itu jauh lebih mahal, jauh lebih besar dari uang yang dihitung rupiah. Jadi saya menyelamatkan yang tak ternilai, harga diri, nilai sebuah ketertiban,” tandasnya. 

Anies mengatakan penghentian ijin kegiatan di hotel dan griya pijat Alexis ini sudah dikaji oleh tim yang sudah bekerja lama. Bahkan Pemprov sudah punya data lengkap.

“Termasuk sopir taksi yang bekerja, yang datang dari luar kota siapa saja ini ada bukan tidak ada. Cerita semuanya lengkap cara masuknya bagaimana cara mengatur HP-nya bagaimana semua lengkap cuman masa hal detil seperti itu harus diucapkan diceritakan semuanya,” kata Anies.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak memperpanjang izin usaha Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis di Jalan Martadinata, Kelurahan Pademangan, Jakarta Utara, sejak 27 Oktober 2017.

Kebijakan untuk tidak memperpanjang izin operasi hotel dan griya pijat itu tertuang dalam surat kepada Direktur PT Grand Ancol Hotel dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta perihal Permohonan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), yang ditandatangani oleh kepala dinas Edy Junaedi.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...