Berita Dunia Islam Terdepan

Pemuda Muhammadiyah kecam pembakaran Masjid di Bireun Aceh

Irfanurisman, Sekjend PP Pemuda Muhammadiyah Mengunjungi lokasi pembakaran.
1,322

BANDA ACEH (Arrahmah.com) – Pemuda Muhammadiyah Se-Aceh mengecam keras peristiwa pembakaran areal tapak masjid dan balai di lokasi pembangunan Masjid Taqwa Muhammadiyah Samalanga.

Pemuda Muhammadiyah meminta pihak Kepolisian untuk mengusut dan menindak para pelanggar hukum ini.

”Kami mendapatkan informasi dari Pengurus Cabang Muhammadiyah Samalanga, bahwa pada pagi hari Selasa, warga dan pengurus Muhammadiyah bergotong royong membangun tiang-tiang masjid Taqwa Samalanga yang berlokasi di Gampong Sangso”, tegas Munawar Syah, Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Aceh, lansir Sang Pencerah, Rabu (18/10/2017).

“Setelah selesai pengecoran tiang-tiang masjid tersebut yang turut dihadiri Kapolsek, Koramil dan Camat Samalanga, menjelang bakda Isya terjadi pembakaran areal tapak masjid dan balai pengajian yang berada di lokasi pembangunan Masjid Taqwa Muhammadiyah Samalanga tersebut oleh orang-orang intoleran dan krisis akhlaqnya. Sungguh tega mereka merusak dan membakar tiang-tiang masjid rumah Allah dan balai pengajian saudara muslimnya”, lanjutnya.

Terkait hal ini, sikap Pemuda Muhammadiya Aceh sebagai berikut:

1. Mengecam keras pembakaran dan perusakan areal pembangunan Masjid Taqwa Muhammadiyah di Samalanga, Bireuen. Peristiwa ini sangat memalukan dan merusak ukhuwah sesama umat Islam.

2. Meminta Kapolda Aceh, Kapolres Bireun untuk mengusut tuntas pelaku perusakan pembakaran ini dan hukum ditegakkan.

3. Meminta Pemerintah Kabupaten Bireun dan MPU untuk turut memperkuat ukhuwah sesama umat Islam dan memfasilitasi penyelesaian persoalan ini secara bermartabat sesuai dengan kaidah hukum dan ukhuwah Islamiyah.

4. Menghimbau Angkatan Muda Muhammadiyah dan Anggota warga Muhammadiyah Bireun untuk tetap bersabar, tenang dan selalu mengedepankan penyelesaian secara beradab dan bermartabat. Kita sangat tidak sepakat dengan prilaku intoleran, kita juga tidak bisa membiarkan kesewenang-wenangan ini, tetapi kita tetap dapat santun menyelesaikan dengan mengedepankan hukum dan ukhuwah.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...