Berita Dunia Islam Terdepan

Kapal-kapal pembawa pengungsi Rohingya terus tenggelam di perairan menuju Bangladesh

Pengungsi Rohingya membawa kerabatnya yang terluka setelah melintasi Sungai Naf saat mereka melarikan diri dari genosida di Myanmar dan berhasil mencapai Bangladesh pada 16 Oktober 2017. (Foto: Daily Sabah)
621

BANGLADESH (Arrahmah.com) – Sedikitnya 10 orang tenggelam dan puluhan lainnya dinyatakan hilang setelah sebuah kapal yang penuh sesak dengan pengungsi Rohingya yang melarikan diri menuju Bangladesh, tenggelam pada Senin (16/10/2017), sementara
12.000 orang lainnya bergabung dalam eksodus yang dipicu oleh tindakan keras tentara Myanmar.

Insiden terjadi sekitar seminggu setelah kapal lainnya terbalik di muara sungai, yang menjadi kuburan bagi puluhan pengungsi Muslim Rohingya.

Kapal diperkirakan membawa skeitar 50 orang saat melintasi muara Sungai Naf yang membelah kedua negara, ujar komandan Penjaga Perbatasan Bangladesh, Letnan Kolonel S.M Ariful Islam kepada AFP.

Lapar, miski dan ketakutan, ribuan pengungsi Rohingya baru melintasi perbatasan menuju Bangladesh dari Myanmar pada Senin pagi, ujar saksi mata mengatakan kepada Reuters. Mereka melarikan diri dari serangan oleh massa Budhis dimana PBB
menyebutnya sebagai upaya pembersihan etnis.

PBB mengatakan pada akhir pekan bahwa 537.000 Muslim Rohingya telah tiba di Bangladesh selama tujuh pekan terakhir. Mereka melarikan diri dari kekerasan di negara bagian Rakhine, Myanmar.

12.000 lainnya telah masuk dalam 24 jam terakhir, ujar juru bicara penjaga perbatasan Mayor Iqbal Ahmed.

“Kami menjaga mereka di dekat perbatasan dan mereka akhirnya akan dibawa ke kamp-kamp baru,” ujarnya kepada AFP.

Bangladesh mengalokasikan 1.214 hektar lahan hutan untuk membangun kamp pengungsi terbesar di dunia untuk pendatang baru maupun yang telah ada di negara tersebut. Banyak pendatang baru yang tiba di sana membangun sendiri tempat penampungan
sementara mereka.

Pengungsi yang selamat dari perjalanan berbahaya tersebut mengatakan bahwa mereka terusir karena kelaparan karena pasar di negara bagian Rakhine telah ditutup dan pengiriman bantuan dibatasi. Mereka juga melaporkan adanya serangan militer dan
gerombolan Budhis. (haninmazaya/arrahmah.com)

 

Baca artikel lainnya...