Berita Dunia Islam Terdepan

Erdogan: Turki tidak lagi butuh keanggotaan Uni Eropa

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara kepada anggota parlemen di Majelis Nasional Turki (TBMM) pada 1 Oktober 2017 di Ankara, Turki [Anadolu Agency]
1,919

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan kepada parlemen bahwa negaranya tidak lagi membutuhkan keanggotaan Uni Eropa, namun tidak akan secara sepihak meninggalkan perundingan yang buntu untuk bergabung dengan blok tersebut.

“Kami tidak akan menjadi pihak yang menyerah. Sejujurnya, kami tidak membutuhkan keanggotaan Uni Eropa lagi,” kata Erdogan, sebagaimana dilansir Middle East Monitor, Senin (2/9/2017).

Turki sebelumnya juga mengatakan bahwa bergabung dengan Uni Eropa bukanlah satu-satunya pilihan Ankara, dan Turki mempertimbangkan untuk bergabung dengan Shanghai Cooperation Organization (SCO) bersama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev.

Erdogan selalu menekankan bahwa Uni Eropa menolak keanggotaan Turki karena Turki dalah negara Muslim.

Ankara dinyatakan memenuhi syarat untuk memulai perundingan aksesi dengan Uni Eropa, setelah mendapat dukungan kuat dari Inggris, Italia dan Swedia, pada tahun 1997. Namun perundingan formal yang dimulai pada tahun 2005 buntu pada tahun 2010 karena adanya beberapa isu, termasuk di antaranya adalah isu pulau Siprus yang terbagi.

Pembicaraan dihidupkan kembali pada bulan Maret 2016 setelah Uni Eropa dan Turki menandatangani sebuah kesepakatan di mana pengungsi yang tiba di Yunani diharapkan dikirim kembali ke Turki jika mereka tidak mengajukan permohonan suaka atau klaim mereka ditolak.

Kesepakatan tersebut mengatakan bahwa untuk setiap migran Suriah yang dikirim kembali ke Turki, satu orang Suriah yang sudah berada di Turki akan ditampung kembali di Uni Eropa.

Namun ketegangan antara Turki, Jerman dan Belanda meningkat setelah sebuah usaha kudeta di Ankara pada bulan Juli 2016 melihat tindakan keras Turki terhadap kelompok oposisi, sementara beberapa negara Eropa menolak untuk mengizinkan demonstrasi politik di negara mereka untuk mendukung referendum Turki.

Perundingan secara resmi dibekukan pada bulan April setelah Parlemen Eropa meminta penghentian sementara tawaran keanggotaan Uni Eropa Turki.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...