Berita Dunia Islam Terdepan

Kembali Turki akan kirim 10.000 ton bantuan kemanusiaan ke Rohingya

Pengungsi Rohingya yang baru tiba beristirahat di pinggir jalan di Ukhiya pada 6 September 2017 setelah melarikan diri ke Bangladesh dari Myanmar. (Foto AFP)
15

ANKARA (Arrahmah.com) – Turki akan mendistribusikan 10.000 ton bantuan kepada Muslim Rohingya setelah sebelumnya mengirimkan 1.000 ton, kata Presiden Recep Tayyip Erdoğan pada Rabu (6/9/2017).

“Rakhine bukanlah wilayah yang belum ada di peta bagi kita. Drama kemanusiaan yang sedang berlangsung di Rakhine telah ada selama beberapa dekade,” kata Erdoğan, dan menambahkan bahwa masalah Rakhine memiliki alasan yang kompleks di belakangnya.

Presiden menegaskan bahwa ada upaya untuk tetap memilih diam dan mendorong krisis Rakhine di “bawah karpet”. Ia juga menambahkan bahwa intensitas krisis dapat dilihat melalui fakta bahwa tidak satu pun kelompok kemanusiaan yang diizinkan memberikan bantuan.

“Ramadan terakhir, satu-satunya badan asing yang secara resmi memberikan bantuan di Rakhine adalah TİKA [Organisasi Kerjasama dan Koordinasi Turki]. Setelah melakukan pembicaraan pasca perkembangan terakhir, kami memastikan bahwa kegiatan kemanusiaan TİKA di wilayah tersebut akan berlanjut,” kata Erdogan.

Erdogan juga mengatakan bahwa ibu negara Turki Emine Erdogan dan anaknya Bilal Erdogan akan bergabung dengan Menteri Luar Negeri Mevlüt Çavuşoğlu, yang sedang melakukan perjalanan ke Bangladesh untuk memberikan bantuan kepada pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar karena penganiayaan.

“Dunia telah cukup menyaksikan rasa sakit rasa sakit dan penderitaan. Kami akan terus menjadi suara Muslim Rakhine, untuk membantu mereka,” imbuh Erdogan. Kembali dia menyerukan untuk mengakhiri kekerasan dan menemukan solusi permanen untuk masalah Rohigya.

Erdogan berjanji untuk mengangkat isu Rohingya pada pertemuan puncak Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di ibukota Astana, Kazakhstan, yang akan berlangsung antara 7-11 September, dan selama Sidang Umum PBB yang dijadwalkan pada 20 September di New York.

Dia juga mengatakan bahwa dirinya telah membahas krisis di Rakhine dengan hampir 30 pemimpin dunia, terutama negara-negara Islam.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...