Dua sisi

84

Support Us

(Arrahmah.com) – Ada ketidakadilan, ketidakseimbangan sikap. Perlakuan berbeda selalu terjadi, ketidaksinkronan antara lisan dan tindakan seolah sudah menjadi tabiat tersendiri. Entahlah, apa yang sebenarnya tengah dimainkan oleh mereka para pemuja kekuasaan. Semua serasa dihalalkan demi langgengnya suatu jabatan. Baik bisa jadi buruk, buruk bisa jadi baik. Jika halal haram adalah standar perbuatan manusia menurut kacamata Islam, maka entah standar mana yang tengah digunakan jika faktanya mereka juga mengaku sebagai muslim.

Kemaksiatan sudah beragam wujudnya, kedzaliman makin nyata didepan mata. Islam dipelintir, ulama dikriminalkan, Al Qur’an dianggap sebagai alat kebohongan. Sedang dilain kondisi, penista justru dimuliakan, koruptor dibiarkan berlaga memimpin persidangan. Jika dalam Islam sesama muslim adalah saudara, maka yang terjadi sekarang umat justru dibenturkan, dipaksa saling berhadapan.

Entah ironi macam apalagi yang akan terjadi. Drama apalagi yang mesti dilakoni.

Rasanya sudah sangat lelah. Jika ta’awudz mungkin cukup untuk menghalau hasutan syaitan, maka bacaan apa yang mesti dilafalkan untuk menghadapi syaitan dalam wujud manusia. Pemikir bahkan rela berbalik arah, menelan ucapannya sendiri ketika ditawarkan untuknya rupiah 1,5 T. Apa baginya harga Islam serendah itu? Semengerikan itu ia berjual beli dengan Tuhannya?

Dan, dari segala retorika yang terjadi, kepentingan rakyatlah yang paling banyak dikorbankan. Mereka menjerit. Tapi ketika diajak untuk berjuang, tak sedikit yang memilih berkelit.

Kalau sudah begini, maka siapa yang salah? Petinggi yang merasa benar? Atau umat yang enggan membenarkan?

Dalam perspektif Islam, menyeru pada kebenaran (ma’ruf) dan mencegah kemungkaran merupakan suatu kewajiban yang disebutkan di dalam Al-Qur’an secara berulang. Menunjukkan betapa pentingnya perkara ini mengingat pengaruhnya di kehidupan nyata (red: kemaslahatan). Aktivitas inilah yang menjadikan umat Islam sebagai umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia sebagaimana termaktub dalam surat Ali Imran ayat 110. Bahkan, disebutkan dalam hadist bahwa amar makruf nahi mungkar adalah jihad lain yang memiliki nilai tinggi disisi Allah.

Maka alibi apalagi yang berhak dilemparkan manusia demi menolak perintah ini ketika Pemilik Jagat Raya sendiri yang menegaskannya? Pantas pula kah jabatan duniawi dimanfaatkan untuk menghalang halangi perkara yang akan membawa pada kebaikan ini?

Sungguh, kalaupun kekuasaan mampu mengekang pergerakan suatu gerakan jamaah atau bahkan memblokade nya, tidak lantas menjadikan kewajiban amar makruf nahi mungkar ini selesai.

Ibarat kata hubungan sesama muslim adalah satu tubuh, maka tangan sekali kali tidak akan tinggal diam ketika kaki terluka. Demikian halnya seorang muslim yang tidak menghendaki kebaikan hanya terjadi pada dirinya, tapi juga memikirkan bagaimana agar kebaikan itu bisa sampai pada muslim lain. Hingga terwujudlah masyarakat yang mampu bersinergi, bersama sama meraih ridho Ilahi.

Maya A Kedamean, Gresik

(*/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Turki jatuhi hukuman penjara seumur hidup terhadap pelaku kudeta 2016

ANKARA (Arrahmah.com) - Pengadilan Turki telah menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap 337 mantan pilot dan tersangka lainnya atas rencana untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam upaya kudeta yang gagal empat tahun lalu,…

Israel Lancarkan Serangan Artileri ke Gaza

GAZA (Arrahmah.com) - Pasukan pendudukan penjajah Zionis, pada Sabtu malam (21/11/2020), kembali melancarkan serangan artileri ke sebuah pos kendali lapangan di Jalur Gaza utara, tak lama setelah jatuhnya sebuah roket yang ditembakkan dari…

Din Syamsuddin dan Tokoh dari 212 Terdepak dari Kepengurusan MUI

JAKARTA (Arrahmah.com) - Din Syamsuddin tidak termasuk dalam kepengurusan baru Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025 beserta dengan sejumlah tokoh yang kerap berafiliasi dengan aksi 212 seperti Bachtiar Nasir. Yusuf Martak, dan…

Ledakan berturut-turut di pasar Bamyan mengakibatkan 14 orang tewas dan 45 lainnya luka-luka

BAMYAN (Arrahmah.com) - Ledakan berturut-turut yang terjadi di provinsi Bamyan tengah, salah satu daerah di Afghanistan yang relatif aman, pada Selasa (24/11/2020) telah menyebabkan 14 orang tewas, kata pejabat setempat. Menurut…

Pasukan Azerbaijan Dituduh Memenggal Kepala Tentara Armenia

KARABAKH (Arrahmah.com) – Tentara Azerbaijan dituduh memenggal kepala seorang tentara Armenia dan mengejek keluarga korban dengan memposting foto kepalanya yang dipenggal di media sosial, kata pembela hak asasi manusia, Selasa (24/11/2020).…

Ratusan Ribu Orang Iringi Pemakaman Ulama Kharismatik Pakistan

LAHORE (Arrahmah.com) – Ratusan ribu pelayat menghadiri pemakaman ulama kharismatik Pakistan Khadim Hussain Rizvi (54) di kota Lahore meski pemerintah melarang perkumpulan publik karena pandemi Covid-19, Sabtu (21/11/2020). Rizvi…

Tentara Inggris diam-diam dikirim ke Saudi

RIYADH (Arrahmah.com) - Surat kabar Inggris, The Independent, melaporkan bahwa London secara diam-diam mengirim unit militer ke Kerajaan Arab Saudi untuk melindungi ladang minyak di wilayah tersebut tanpa memberi tahu Parlemen dan opini…

PBB Desak Irak Batalkan Eksekusi Massal Puluhan Tahanan

BAGHDAD (Arrahmah.com) – PBB mendesak Baghdad untuk menghentikan semua eksekusi massal terhadap tahanan, seperti dilansir Al Jazeera (20/11/2020). Bulan Oktober lalu, Irak telah tercatat melakukan eksekusi yang tidak fair terhadap 40…

Sembuh dari Covid-19, Mardigu Berharap Banyak Penyintas Sukarela Donorkan Plasma Darah

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pengusaha Mardigu Wowiek Prasantyo atau yang dikenal warganet dengan sebutan 'Bossman Sontoloyo' mengungkapkan dirinya sembuh dari virus Corona atau Covid-19 berkat terapi plasma darah. Dia dinyatakan positif…

UEA hentikan visa untuk 13 negara Muslim

DUBAI (Arrahmah.com) –Menurut dokumen yang dikeluarkan oleh negara, Uni Emirat Arab (UEA) telah berhenti mengeluarkan visa baru untuk warga dari 13 negara mayoritas Muslim, termasuk Iran, Suriah, dan Somalia. Dilansir di Daily Sabah,…

Ilmuwan yang terkait dengan program nuklir Iran terbunuh

TEHERAN (Arrahmah.com) - Seorang ilmuwan Iran yang dituduh "Israel" memimpin program nuklir militer Republik Islam sampai pembubarannya di awal tahun 2000-an "dibunuh" pada hari Jumat (27/11/2020), kata televisi pemerintah. "Israel"…

Militer Turki bersiap untuk mundur dari daerah strategis di Aleppo

ALEPPO (Arrahmah.com) - Pada Selasa pagi (24/11/2020), sejumlah besar kendaraan memasuki area pos pengamatan Turki, yang dikepung oleh pasukan rezim Asad di area Rashideen 5 Aleppo. Menurut laporan dari provinsi Aleppo pada Selasa,…

Iklan