Berita Dunia Islam Terdepan

Gerombolan Hindu India jegal Muslim yang mengangkut sapi

184

Support Us

NEW DELHI (Arrahmah.com) – Gerombolan Hindu warga desa di India timur memukul dua Muslim yang mengangkut sapi ternak di sebuah truk sampai tewas pada Ahad (27/8/2018), kata polisi.

Pengemudi mengangkut sapi di Benggala Barat dekat perbatasan Bangladesh saat mereka dihentikan oleh penduduk desa, kata polisi.

“Warga desa memblokir jalan dan memaksa mereka menghentikan kendaraan. Kedua pria itu kemudian diseret keluar dari kendaraan dan digantung. Pengemudi kendaraan lolos,” kata petugas polisi senior Bengal Barat, Anuj Sharma.

Investigasi sedang dilakukan dalam proses penggeledahan dan apakah pengemudi telah membeli ternak secara legal atau penyelundup yang terlibat dalam perdagangan daging ilegal.

Benggala Barat mengizinkan penyembelihan sapi, tidak seperti banyak negara bagian di India di mana kepemilikan atau konsumsi daging sapi dilarang, dan hukuman seumur hidup diberlakukan untuk melanggar hukum tersebut.

Tahun ini, India telah diguncang oleh serentetan kasus main hakim sendiri, terutama yang menargetkan umat Islam karena diduga membunuh atau mengkonsumsi daging sapi.

Telah terjadi lonjakan serangan oleh kelompok “perlindungan sapi” yang dipimpin oleh para penganut agama Hindu, yang berkeliaran di jalan raya memeriksa truk ternak untuk mencari jejak hewan tersebut.

Pada Juni tiga orang Muslim dipukuli sampai mati di Benggala Barat setelah mereka ditangkap karena diklaim ‘mencuri’ sapi.

Pada bulan yang sama Perdana Menteri India Narendra Modi mengecam pembunuhan atas nama perlindungan sapi setelah seorang remaja Muslim yang dituduh membawa daging sapi ditikam sampai mati di kereta api.

Pada bulan April seorang pria Muslim dipukuli sampai mati oleh gerombolan di negara bagian Rajasthan setelah mereka menemukan sapi di truknya. Pria itu adalah seorang petani susu yang mengangkut sapi perah.

Bulan berikutnya dua orang Muslim dipukuli sampai mati karena dicurigai mencuri sapi. Dalam kedua kasus tersebut, polisi dituduh gagal bertindak cepat untuk melindungi korban.

Sejumlah kritikus menyatakan kehadiran Modi telah menginspirasi para pendukung sayap kanan Partai Bharatiya Janata pada pemilihan 2014 , yang berjanji untuk sepenuhnya melarang pembantaian sapi di seluruh India. (althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan