Berita Dunia Islam Terdepan

Sayap Kanan Spanyol targetkan Masjid di Granada

81

Support Us

MADRID (Arrahmah.com) – Sebuah kelompok ultra nasionalis Spanyol melemparkan suar dan meneriakkan slogan-slogan Islamofobia di luar sebuah masjid di Granada, Spanyol, pada Sabtu malam (19/8/2017), dengan maksud menyebabkan malapetaka saat ummat Islam beribadah di dalamnya, Telesur melaporkan pada Ahad (20/8).

Menurut polisi setempat, kejadian tersebut dimulai sekitar pukul 9 malam waktu setempat, karena para pelakunya, yang diidentifikasi sebagai anggota kelompok ekstrim sayap kanan, Social Home, berdiri di luar Masjid Agung Granada sambil berteriak, “Teroris!”, “Kalian danai Daesh!”, dan “Pergi dari Eropa”, bersamaan dengan munculnya asap berwarna pekat dari suar memenuhi jalanan. Tidak ada laporan mengenai korban luka.

Menurut Atresmedia, kelompok tersebut memiliki “niat untuk mengusir kaum Muslim di dalam masjid dengan asap” dan menciptakan situasi “ketakutan dan kepanikan” di lingkungan Albayzin di Granada.

Ketika polisi tiba di tempat kejadian, puluhan anggota sayap kanan tersebut bubar dan melarikan diri, meskipun para pemimpin masjid diberitahu bahwa mereka dapat mengajukan keluhan yang menyebutkan kemungkinan kejahatan kebencian.

Social Home menyatakan melalui akun Facebook-nya, “Kami menuntut penutupan masjid Granada dan menyelidiki kaitannya dengan ‘Islam radikal’ karena kami menolak untuk menangis atas kematian puluhan rekan senegara kami dalam ‘pembantaian Islam’ lainnya.”

Ini bukan satu-satunya serangan yang terorganisir di Spanyol akhir pekan ini, masjid lainnya juga terkena vandalisme. Pelaku meninggalkan coretan yang berbunyi, “Pembunuh, kalian akan membayar semua ini!” “Hentikan Islam”, dan sebuah lukisan bertuliskan “Bangsa Moor yang beribadah dengan parang di kepalanya” di seberang pintu.

Sejumlah anggota hak asasi manusia, Granada Abierta, menyatakan bahwa mereka berdiri dengan komunitas Muslim dan mengatakan bahwa Granada harus dipandang sebagai simbol dialog antarbudaya. Kelompok tersebut juga menambahkan bahwa gerakan Social Home harus dilarang.

Agresi terhadap komunitas Muslim terjadi beberapa hari setelah dua serangan terjadi di kota pesisir Barcelona, ketika sebuah van menghampiri kerumunan pejalan kaki dan menewaskan 13 orang dan melukai 130 orang. (althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan