JAKARTA (Arrahmah.com) – Setelah kepulangannya secara sukarela dari New York, Amerika Serikat, ahli hadist Ustadz Dr Daud Rasyid MA, mengaku kini dirinya merasa tenang. Setelah sebelumnya dia menghadapi tantangan yang cukup berat berjuang bersama jamaah Masjid Al Hikmah di New York City, Amerika Serikat.

Ustadz Daud Rasyid kembali ke Tanah Air, Rabu dinihari (9/8/2017). Begitu tiba di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, dia langsung disambut oleh keluarga, kerabat dan para sahabatnya.

Meskipun belum sempat istirahat, Ustadz Daud Rasyid, sudah didaulat oleh jamaah masjid untuk berceramah sekaligus berbagi pengalaman dan cerita selama menjadi Imam di Mesjid Al Hikmah New York AS.

Saat mengurus kartu telepon di BSD, Ustadz Daud Rasyid langsung didaulat oleh jamaah masjid di Gedung Telkom BSD. Setelah itu, dia bersilaturahmi dengan para jamaah di Masjid Baitul Hikmah di Nusa Loka BSD.

Seperti diberitakan, walaupun visa kerja Ustadz Daud Rasyid masih berlaku hingga tahun 2019, namun dia pulang ke Indonesia karena sebelumnya terjadi konflik antara dirinya selaku imam resmi masjid al-Hikmah, New York City, dengan mantan Imam masjid yang sama, Shamsi Ali.

Akibat peristiwa tersebut, secara tiba-tiba, pada 19 Juni 2017, kepolisian NYC menyerbu kediaman Ustadz Dr Daud yang ada di dalam komplek masjid dan membawanya ke tahanan dengan dakwaan “over stay”.

Penahanan tersebut diduga dilakukan atas usaha Shamsi Ali (ketua Nusantara Foundation), dimana visa Dr Daud dibatalkan oleh pihak imigrasi AS. Sehingga, tampaknya, dengan alasan inilah polisi menahan pakar hadits itu.

Saat ini Ustadz Dr Daud Rasyid MA tinggal sementara di Kawasan Perumahan Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang Selatan bersama anak-anak dan keluarganya.

Kepulangannya Daud Rasyid ke Indonesia diantar secara khusus oleh beberapa petugas polisi dari Kantor Imigrasi Amerika.

Namun demikian, kata Daud, dirinya tidak mengetahui alasan kenapa kepulangan dirinya ke Indonesia sampai diantar secara khusus oleh polisi Imigrasi.

“Saya tanya kepada mereka, jawabannya berbeda-beda. Yang satu mengatakan, saya diantar pulang karena negaranya berbeda. Petugas yang lain menjawab, karena pesawat yang mengantarnya pulang transit dulu sebelum tiba di Jakarta,” ungkap Ustadz Daud Rasyid dalam perbincangan santai dengan sejumlah Jamaah Masjid Al Ikhlas BSD, demikian dikutip AHAD.CO.ID, Kamis (10/8).

(azm/arrahmah.com)

Topik: