Berita Dunia Islam Terdepan

Presiden Abbas umumkan penghentian semua kontak dengan “Israel”

Presiden Palestina Mahmoud Abbas. (Foto: Istimewa)
5

RAMALLAH (Arrahmah.com) – Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengumumkan pada Jumat (21/7/2017) bahwa semua kontak dengan “Israel” telah ditangguhkan sampai berkomitmen untuk mencabut semua tindakan yang baru-baru ini dilakukan di Masjid Al-Aqsha.

Dalam sebuah pidato yang disiarkan di televisi Palestina, Abbas menolak instalasi detektor logam “Israel” di gerbang kompleks Al-Aqsha.

“Kami menolak detektor logam, karena tindakan ini ditutupi oleh dalih keamanan fiktif, yang bertujuan untuk memasakan kontrol atas Masjid Al-Aqsha dan menghindari proses perdamaian dan haknya,” katanya sebagaimana dilansir AA.

Abbas meminta faksi-faksi Palestina, terutama kelompok Hamas yang bergerak di Gaza, untuk “menyatakan barisan internal (Palestina) dan untuk membuat fokus nasional diarahkan hanya pada masalah Al-Aqsha.

Abbas kemudian mengkonfirmasi bahwa “kami akan terus mendukung ketabahan (orang-orang di) Yerusalem dan kami memutuskan untuk mengalokasikan $25 juta untuk itu.”

Abbas juga mendorong perlindungan internasional terhadap rakyat Palestina.

Tiga pemuda Palestina gugur ditembak dan ratusan lainnya terluka di Yerusalem Timur yang diduduki “Israel” pada Jumat (21/7) menurut pejabat kesehatan.

Pembunuhan tersebut terjadi saat terjadi bentrokan antara warga Palestina dan pasukan zionis “Israel” setelah pembatasan keamanan ditempatkan di komplek Masjid Al-Aqsha.

Menurut Bulan Sabit Merah Palestina, korban luka berjumlah 391 orang. Selain luka akibat amunisi, peluru karet, dan gas air mata, beberapa korban mengatakan mereka dilindas oleh kendaraan angkatan bersenjata “Israel”.

Aksi protes pecah pada Ahad setelah imam Masjid berbicara menentang detektor logam, yang dipasang setelah baku tembak pada Jumat lalu yang meyebabkan tiga warga Palestina gugur dan dua polisi zionis “Israel” tewas.

Langkah-langkah tersebut menyebabkan gelombang kemarahan di kalangan warga Palestina, yang meminta segera dilakukan pemindahan detektor.

Namun penjajah “Israel” menolaknya dengan berdalih bahwa detektor tersebut sesuai dengan tindakan pengamanan di tempat-tempat suci lainnya di seluruh dunia. (fath/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...