Berita Dunia Islam Terdepan

Sebuah Masjid di London dikirimi surat ancaman yang menjanjikan ‘sungai darah’

Surat ancaman yang ditujukan untuk Masjid Finsbury Park, London, Inggris. (Vice News)
4

LONDON (Arrahmah.com) – Makram Ali, (51), tewas dan sembilan orang lainnya terluka saat sebuah van menabrak jamaah yang baru saja menghadiri shalat tarawih saat bulan ramadhan di Masjid Finsbury Park pada 19 Juni 2017.

Dan surat-surat yang dikirim ke masjid itu, sebagaimana yang dilihat oleh Vice News. Jumat (30/6), memperingatkan bahwa serangan tersebut hanyalah ‘awal saja’ dan serangan lainnya yang tak kalah sengit dapat terjadi pada bulan Agustus.

Muhammad Kozbar, ketua masjid Finsbury Park, mengatakan bahwa beratnya ancaman dalam surat-surat tersebut telah membuatnya khawatir bahwa serangan lain bisa saja terjadi dalam waktu dekat ini.

Satu surat tanpa nama, yang sejak saat itu telah dilaporkan ke polisi, berbunyi: ‘Serangan yang menggunakan van itu hanyalah permulaan.

“Kegembiraan akan berlanjut Agustus ini,“ tulis surat itu.

“Akan ada aliran darah yang mengalir deras – saya akan memastikannya. Tak satu pun dari kamu ‘orang hina’ yang akan bertahan. Maksudku, siapa yang akan bertahan hidup dengan gas, dipenggal, atau diledakkan,” lanjutnya.

Pesan yang lain meminta agar masjid tersebut membayar uang sebesar £ 18,445.17 untuk memperbaiki kerusakan yang dialami van saat menabrak korban.

“Tuan Osborne, sayangnya, tidak diasuransikan dengan baik, dan pada saat-saat penghematan ini, kita semua membutuhkan uang sebanyak mungkin.”

“Ketika Anda menerima sesuatu seperti itu, ini bukan ancaman bagi individu, tapi ini adalah ancaman bagi seluruh komunitas,” kata Kozbar kepada VICE News, dan menambahkan bahwa pemerintah Inggris tidak berbuat banyak untuk melindungi Muslim dari kejahatan kebencian.

Ketua Masjid Finsbury Park, Muhammad Kozbar,

Kozbar, yang telah menjadi ketua masjid London selama enam tahun, mengatakan bahwa dia telah melihat kejahatan kebencian terhadap Muslim meningkat dari tahun ke tahun.

Dia menambahkan bahwa beberapa jamaah Muslim lokal telah melaporkan adanya serangan secara verbal dan fisik.

“Kami belum melihat isu Islamofobia dan kejahatan kebencian terhadap Muslim yang ditangani serius oleh pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Kami berharap setelah serangan ini terjadi, akan berubah,” ujarnya.

Namun, dia menambahkan, masjid tersebut menerima banyak surat dukungan yang dikirim dari seluruh penjuru negeri.

Makram Ali, 51, tewas dan sembilan orang lainnya terluka setelah sebuah van menabrak jamaah muslim usai salat Tarawih di Masjid Finsbury Park pada 19 Juni 2017 lalu.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...