Pakistan kecam AS karena memasukkan pejuang Kashmir ke dalam daftar teroris

Syed Salahuddin
27

ISLAMABAD (Arrahmah.com) – Kementerian Luar Negeri Pakistan menolak penunjukan ketua kelompok Hizbul Mujahidin Syed Salahuddin sebagai teroris global oleh Amerika Serikat. Dia menegaskan bahwa Pakistan memiliki komitmen yang telah lama dan telah terbukti untuk memberantas terorisme.

Pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan itu dirilis sehari setelah Departemen Luar Negeri AS menambahkan Syed Salahuddin ke dalam daftar “Teroris Global yang Ditunjuk Khusus”.

“Penunjukan individu yang mendukung hak Kashmir untuk menentukan nasib sendiri sebagai teroris benar-benar tidak dapat dibenarkan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Nafees Zakaria dalam sebuah pernyataan.

Dia juga menambahkan, perjuangan selama 70 tahun rakyat Kashmir di Kashmir dan Jammu yang diduduki India adalah sah, sebagaimana dilansir Anadolu Agency, Rabu (28/6/2017).

“Rakyat Kashmir tidak bisa disangkal haknya untuk menentukan nasib sendiri,” tandas Zakaria.

Penunjukkan Syed Salahuddin sebagai teroris oleh Departemen Luar Negeri AS datang menjelang pertemuan pertama antara Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri India Narendra Modi di Gedung Putih pada hari Senin.

Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataannya menuduh Salahuddin menghalangi “resolusi damai” terhadap konflik Kashmir, dan mengancam akan mengubah lembah Kashmir rmenjadi “kuburan pasukan India”.

“Selama tahun lalu, dunia telah menyaksikan intensifikasi kebijakan penindasan yang kejam yang dilakukan oleh pasukan pendudukan India,” tutur Zakaria.

“(Kekejaman) ini mencakup pembutaan secara penuh atau sebagian terhadap seribu orang Kashmir yang tidak berdosa melalui penggunaan senjata pelet, pemerkosaan sebagai instrumen kebijakan negara, eksekusi di luar hukum, penggunaan perisai manusia oleh pasukan pendudukan India, penangkapan sewenang-wenang, penghilangan yang tidak tercatat, pelecehan terhadap orang-orang Kashmir yang berlangsung setiap hari, mengebom rumah-rumah mereka dan menghalangi kebebasan bergerak, berekspresi dan berpendapat mereka, serta kebebasan beragama, ” paparnya.

Dia berjanji bahwa Pakistan akan terus memberikan dukungan secara politik, diplomatik dan moral terhadap perjuangan rakyat Kashmir untuk mewujudkan hak mereka untuk menentukan nasib sendiri dan penyelesaian perselisihan Jammu dan Kashmir secara damai sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.