Polisi AS: Pembunuhan remaja Muslimah bukan kejahatan berdasarkan kebencian

Nabra Hassanen hilang selama 11 jam setelah melakukan sholat tarawih di sebuah masjid di Virginia, hingga akhirnya jenazahnya ditemukan di sebuah kolam. (Foto: Istimewa)
11

VIRGINIA (Arrahmah.com) – Polisi di utara Virginia, mengatakan pada Senin (19/6/2017) bahwa mereka tidak akan menyelidiki pembunuhan seorang remaja Muslimah sebagai kejahatan yang berdasarkan kebencian.

Polisi Fairfax Conty mengatakan akan segera memberli penjelasan singkat kepada media.

Pengumuan tersebut menyusul pembunuhan seorang Muslimah berusia 17 tahun bernama Nabra Hassanen.

Nabra ketika itu tengah berjalan bersama beberapa temannya pada Ahad dini hari setelah meninggalkan Masjid Pusat Komunitas Muslim Dulles (ADAMS) hingga akhirnya terjadi perselisihan dengan seorang pengendara mobil. Pengendara tersebut dilaporkan keluar dari kendaraannya dan menyerang korban.

Di tengah kekacauan tersebut, teman-teman dari korban tidak dapat menemukannya dan mereka memanggil polisi untuk mencarinya.

Nabra hilang selama 11 jam hingga akhirnya jenazahnya ditemukan pukul 3 sore waktu setempat di sebuah kolam, lansir AA.

Polisi mengidentifikasi tersangka sebagai Darwin A. Martinez Torres (22), dari Sterling. Ia ditangkap setelah polisi melihat sebuah mobil mencurigakan di daerah tersebut.

Pemeriksa medis akan melakukan otopsi untuk menentukan penyebab kematian dan mengkonfirmasi identitas korban, walaupun polisi meyakini jenazah tersebut adalah Nabra Hassanen. (fath/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.