Lima negara Arab putuskan hubungan diplomatik dengan Qatar

Qatar menyesalkan keputusan untuk memutuskan hubungan dengan Doha, dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut 'tidak dapat dibenarkan'. (Foto: AA)
24

RIYADH (Arrahmah.com) – Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Yaman pada Senin (5/6/2017) memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

Arab Saudi dan Bahrain menjadi negara pertama yang memutuskan hubungan diplomatik karena alasan keamanan nasional.

Dalam sebuah pernyataan Kementerian Luar Negeri, Arab Saudi menuding Qatar melindungi dan mendukung kelompok teroris, mempromosikan kelompok teroris di media, dan mendukung milisi syiah Houtsi di Yaman.

Mesir menyalahkan pemerintah Qatar atas “sikap permusuhan” dan melindungi kelompok-kelompok teror yang mengancam keamanan nasional negara tersebut.

Kementerian Luar Negeri Bahrain menuding pemerintah Qatar mengacaukan keamanan dan stabilitas negara tersebut dan mencampuri urusannya.

Qatar telah “menyebarkan kekacauan di Bahrain dalam pelanggaran mencolok terhadap semua kesepakatan dan perjanjian dan prinsip-prinsip hukum internasional tanpa memperhatikan nilai-nilai, hukum, atau moral atau keprihatinan atas prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik atau komitmen tehadap konsanta hubungan-hubungan Teluk, dan dalam penyangkalan dari semua komitmen sebelumnya,” katanya sebagaimana dilansir AA.

Bahrain menarik para diplomatnya dari Qatar dan memberi semua warga Qatar waktu 14 hari untuk meninggalkan wilayah Bahrain.

UEA juga memberi waktu 48 jam kepada para diplomat Qatar untuk meninggalkan negara tersebut, dan menuding Qatar “mendukung, mendanai, dan merangkul terorisme, ekstremisme, dan organisasi sektarian.”

Pemerintah Yaman juga memutuskan hubungan dengan Qatar, menudingnya berurusan dengan syiah Houtsi di Yaman.

Sebagai tanggapan, Qatar menyesalkan keputusan untuk memutuskan hubungan diplomatik tersebut dan mengatakan bahwa tindakan tersebut “tidak dapat dibenarkan” dan didasarkan pada “klaim dan tuduhan tanpa dasar”.

Eskalasi baru terjadi dua pekan setelah situs kantor berita resmi Qatar diduga diretas oleh orang-orang tidak dikenal yang dilaporkan menerbitkan pernyataan yang secara salah dikaitkan dengan emirnya, Syaikh Tamim bin Hamad al-Thani.

Insiden tersebut memicu perselisihan diplomatik antara Qatar dan negara tetangganya, UEA dan Arab Saudi. (fath/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.