LONDON (Arrahmah.com) – Ribuan orang turun ke media sosial untuk membela komunitas Muslim Inggris, setelah komentar anti-Muslim mulai mengalir secara online yang menyalahkan Islam atas serangan teror di Manchester Arena, RT melansir pada Selasa (23/5/2017).

Komentar-komentar miring pun datang dari sejumlah aktivis sayap kanan seperti Tommy Robinson, Katie Hopkins, dan Piers Morgan.

Orang-orang dengan cepat merespon opini Islamofobia dari beberapa komentator sosial paling terkenal di Inggris.

FAKTA: Lebih dari 200.000 Muslim Inggris percaya bahwa serangan bunuh diri, seperti semalam, kadang-kadang atau sering dibenarkan. BANGKITLAH INGGRIS.
– Tommy Robinson (@TRobinsonNewEra) 23 Mei 2017

Hopkins memperoleh rentetan ‘perlawanan’ pada Selasa pagi (23/5) setelah menulis tweet bahwa negara tersebut membutuhkan “solusi akhir” – sebuah istilah yang awalnya digunakan oleh Nazi untuk holocaust.

Host radio LBC tersebut dengan cepat menghapus tweetnya setelah diberitahu oleh sesama pengguna media sosial, namun dipahami bahwa keluhan juga dilaporkan pada atasannya di LBC dan Mail Online. Dia dilaporkan ke Polisi Metropolitan karena menyebarkan kebencian.

Morgan juga tampil tidak bijaksana dalam mengomentari acara tersebut saat dia mengatakan kepada komedian Muslim Abdullah Afzal bahwa lebih banyak yang perlu dilakukan “sebelum orang gila radikal lainnya melakukan pembunuhan massal.”

“Kaum ekstremis ini tidak ada hubungannya dengan Islam dan Muslim. Terorisme tidak memiliki agama,” tulis seorang pengguna Twitter bernama Ali.

“Kita harus memburu dan menyerahkan wadah keadilan kepada mereka yang bertanggung jawab atas serangan #Manchester, bukan menyalahkan 1,59 miliar Muslim moderat,” tambah Christopher Zullo.

Seruan agar orang-orang berhenti menyalahkan Muslim terjadi tepat sebelum pemimpin komunitas Muslim Inggris mengkonfirmasi bahwa sebuah masjid Oldham telah dibuka pada Senin malam (22/5), hanya beberapa jam setelah serangan tersebut terjadi. Masjid lain di Glasgow dirusak dengan tulisan graffiti “ISIS.”

Aksi serupa dikhawatirkan lebih banyak terjadi dalam beberapa hari mendatang. (althaf/arrahmah.com)

Topik: ,