Berita Dunia Islam Terdepan

Turki blokir Wikipedia

Tampilan laptop salah seorang reporter yang memperlihatkan halaman depan Wikipedia di Brussels 18 Januari 2012 (Foto: Reuters)
3

ANKARA (Arrahmah.com) – Turki telah memblokir ensiklopedia online Wikipedia, badan pengawas telekomunikasi menyatakan pada Sabtu (29/4/2017), mengutip undang-undang yang memberikan otoritas kepada badan pengawas untuk melarang akses menuju situs-situs yang dianggap tidak senonoh atau mengancam keamanan nasional, Reuters melaporkan.

Langkah tersebut kemungkinan akan lebih mengkhawatirkan kelompok hak asasi manusia dan Barat sebagai sekutu Turki, yang mengatakan Ankara telah secara tegas membatasi kebebasan berbicara dan hak-hak dasar lainnya dalam tindakan keras menyusul kudeta yang gagal tahun lalu.

“Setelah analisis teknis dan pertimbangan hukum.. sebuah tindakan administratif telah dilakukan untuk situs ini (Wikipedia.Org),” kata badan pengawas telekomunikasi BTK dalam sebuah pernyataan di situsnya.

Badan ini mengutip sebuah undang-undang yang memungkinkannya memblokir akses ke halaman situs secara individu atau keseluruhan situs dengan alasan perlindungan ketertiban umum, keamanan nasional atau kesejahteraan masyarakat.

Pengawas harus mengajukan usulan tersebut ke pengadilan dalam waktu 24 jam. Pengadilan kemudian memiliki waktu dua hari untuk memutuskan pelegalan larangan tersebut.

Pemblokiran pada semua edisi bahasa di situs Wikipedia ini terdeteksi pada pukul 8.00 pagi waktu setempat pada Sabtu (29/4), kelompok pemantau Blok Turki mengatakan melalui situsnya.

Saat mencoba mengakses laman web menggunakan penyedia internet Turki, pengguna menerima pemberitahuan bahwa situs tidak dapat dijangkau dan ada kesalahan “penghitungan waktu keluar”.

Kelompok pemantau itu pun menuduh Turki memblokir akses menuju situs media sosial seperti Twitter atau Facebook, terutama setelah serangan militan.

Sejak kudeta yang gagal tahun lalu, pihak berwenang telah memecat atau menangguhkan lebih dari 120.000 orang dari dinas sipil, polisi dan pengadilan dan menangkap lebih dari 40.000 orang karena dicurigai memiliki hubungan dengan kelompok teroris.

Presiden Tayyip Erdogan mengatakan bahwa tindakan tersebut diperlukan mengingat ancaman keamanan yang dihadapi Turki.

Turki tahun lalu memenjarakan 81 wartawan. Rekor ini menjadikan Turki sebagai penjara wartawan dunia, menurut Komite Pelindung Wartawan yang berbasis di New York. (althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...