Berita Dunia Islam Terdepan

Tahanan Palestina mogok makan, pemuda “Israel” gelar pesta di depan penjara

Israeli soldiers patrol at Birzeit University, on the outskirts of the city of Ramallah in the West Bank during an operation on June 19, 2014. Israeli forces broadened the search for three teenagers believed kidnapped by Palestinian militants and imposed a tight closure on the town. Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu demanded Palestinian president Mahmud Abbas's help in securing the release of three kidnapped teenagers, as the army launched a massive crackdown on Islamist movement Hamas. Photo by Issam Rimawi/Flash 90 *** Local Caption *** çééìéí çéôåùéí çèéôä øîàììä
5

PALESTINA (Arrahmah.com) – Aktivis sayap kanan “Israel” pada Kamis (20/4/2017) menggelar sebuah pesta barbekyu di luar sebuah penjara “Israel” di mana tahanan Palestina melakukan aksi mogok makan untuk memprotes kondisi mereka, menurut laporan media “Israel” sebagaimana dilansir WB.

Channel 7 “Israel” melaporkan bahwa pemuda Partai Uni Nasional mengadakan pesta barbekyu di pintu masuk pusat penahanan Ofer di dekat kota Ramallah di Tepi Barat.

“Pesta barbekyu berlangsung selama 45 menit sebelum polisi menghentikan acara tersebut,” Channel 7 melaporkan.

Menurut penyiar, acara tersebut diadakan “untuk mematahkan semangat teroris dan mendesak pemerintah ‘Israel’ untuk tidak menyerah pada desakan teroris”.

Pada hari Senin, lebih dari 1.500 tahanan Palestina – banyak dari mereka di fasilitas Ofer – memulai mogok makan terbuka untuk memprotes kebijakan penahanan “Israel”.

Peserta dalam aksi mogok makan tersebut, yang diluncurkan bertepatan dengan Hari Tawanan Palestina, menuntut perawatan medis yang lebih baik dan perawatan yang lebih baik untuk narapidana wanita.

Ada sekitar 6.500 warga Palestina yang saat ini mendekam di penjara-penjara di seluruh “Israel”.

Pada hari yang sama dengan pesta barbekyu tersebut, ratusan pemuda Palestina terluka dalam bentrokan dengan pasukan “Israel” di dekat fasilitas Ofer.

Pasukan “Israel” menggunakan gas air mata, peluru karet dan amunisi untuk membubarkan puluhan warga Palestina yang berkumpul di daerah tersebut untuk menunjukkan solidaritas peserta aksi mogok makan.

Menurut sumber medis Palestina, 20 warga Palestina menderita asfiksia karena penggunaan gas air mata yang berlebihan oleh tentara “Israel”. (banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...