Berita Dunia Islam Terdepan

Mulut terdakwa Ahok penyebab utama kekalahannya

38

Support Us

JAKARTA (Arrahmah.com) – Analis politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun menyampakan beberapa alasan kekalahan telak Paslon Ahok – Djarot, dimana Ahok juga merupakan terdakwa penoda agama.

Dia menyimpulkan faktor tidak efektifnya mesin politik dalam bekerja dan performa komunikasi politik calon gubernur yang ekstrem berlawanan dengan kondisi sosiologis masyarakat atau pandangan umum masyarakat adalah faktor utama kekalahan pasangan Ahok-Djarot.

Berdasarkan hasil analisisnya, sebahgaimana dikutip Antara, gaya komunikasi publik Ahok juga ditengari pengamat ini sebagai salah satu faktor kekalahan pasangan Ahok-Djarot. Dalam konteks sosiologis politik, Ubedillah menilai, cara komunikasi santun jauh lebih diterima warga Jakarta.

“Tidak sedikit pernyataan-pernyataan Ahok di hadapan publik menimbulkan kemarahan massa, di antaranya yang paling fenomenal adalah terkait pernyataanya mengenai Almaaidah 51 di Kepulauan Seribu pada September 2016,” tutur dia.

Ubedillah menambahkan, ada pula pola kampanye melalui dunia maya yang menggambarkan pasangan Ahok sebagai korban diskriminasi dan intoleransi. Cara ini tak mampu mengubah cara pandang mayoritas masyarakat Jakarta.

Berita Terkait

“Termasuk pola ‘kampanye udara’ yang cenderung menggunakan pola playing victim sebuah kampanye melalui dunia maya untuk menggambarkan pasangan Ahok-Jarot sebagai korban diskriminasi dan intoleransi tidak mampu merubah cara pandangan warga Jakarta secara mayoritas,” kata dia.

Faktor lainnya yakni pasangan Ahok-Djarot kurang menggunakan modal finansial secara efektif, padahal dukungan finansial mereka sangat melimpah.

“Ini bisa dicermati dari pembiayaan yang besar untuk imaging politic melalui media masa dan media sosial, tetapi tidak berbuah pada meningkatnya elektabilitas Ahok-Jarot. ‘Kampanye udara’ yang berbiaya besar nampak lebih diutamakan dibanding ‘kampanye darat’ yang sesungguhnya bisa lebih efektif dengan menggerakkan mesin politik secara kultural,” papar Ubedilah.

Terakhir, mengenai tindakan para relawan atau simpatisan Ahok-Djarot menjelang putaran kedua, salah satunya video kampanye yang mengesankan umat Islam intoleran (lakukan kekerasan).

“Ini menimbulkan kesan negatif terhadap pasangan Ahok-Jarot yang justru mengurangi elektabilitasnya. Video kampanye Ahok-Jarot yang menggambarkan umat Islam yang keras dan intoleran justru meningkatkan militansi pemilih muslim Jakarta karena umat merasa disudutkan,” jelas Ubedilah.

(azm/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Sudah Dua Pekan Para Pengungsi Merapi Menempati Barak Pengungsian

MAGELANG (Arrahmah.com)  - Naiknya status Siaga atau Level III Gunung Merapi membuat ribuan warga baik di DI Yogyakarta maupun di Jawa tengah harus mengungsi, terutama jika lokasi rumahnya berada didalam radius 5 kilometer dari puncak…

Resmi akui bagian "Israel", Pompeo kunjungi Golan

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan dia akan mengunjungi Dataran Tinggi Golan yang diduduki "Israel" pada hari Kamis (19/11/2020), menandai jeda pemerintahan Trump dengan kebijakan AS sebelumnya di…

Aparat Gabungan Dikerahkan Copot Spanduk HRS di Jateng

SEMARANG (Arrahmah.com) - Aparat gabungan dikerahkan untuk menyisir baliho bergambar Habib Rizieq di seluruh wilayah Jawa Tengah. "Pencopotanya tidak hanya di daerah Solo, tetapi di seluruh jajaran Polda Jateng. Spanduk yang dicopot…

Prancis akan menuntut bahkan mendeportasi keluarga Muslim yang menentang karikatur Nabi Muhammad

PARIS (Arrahmah.com) - Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan pada Jumat (20/11/2020) bahwa pemerintah akan mengklasifikasikan protes yang dilakukan orang tua siswa yang marah saat seorang guru menunjukkan karikatur Nabi…

Israel Lancarkan Serangan Artileri ke Gaza

GAZA (Arrahmah.com) - Pasukan pendudukan penjajah Zionis, pada Sabtu malam (21/11/2020), kembali melancarkan serangan artileri ke sebuah pos kendali lapangan di Jalur Gaza utara, tak lama setelah jatuhnya sebuah roket yang ditembakkan dari…

Houtsi serang Aramco di Jeddah

JEDDAH (Arrahmah.com) - Militer Yaman yang didukung Houtsi mengumumkan telah menargetkan stasiun distribusi Aramco di kota pelabuhan Saudi di Jeddah menggunakan rudal presisi tinggi bersayap Quds-2. Juru bicara militer Brigadir Jenderal…

Mabes TNI Tak Pernah Perintahkan Copot Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad menegaskan petinggi di jajaran Markas Besar (Mabes) TNI tidak ada yang pernah memberikan perintah untuk menurunkan baliho Imam Besar Front Pembela Islam…

Turki: Kami beda dalam 2 hal dengan AS

ANKARA (Arrahmah.com) - Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin kemarin (22/11/2020) mengungkapkan poin ketidaksepakatan yang paling menonjol antara negaranya dan Amerika Serikat. "Apakah Joe Biden tiba di Gedung Putih atau…

Jerman pada Turki: Berhenti lakukan provokasi di Mediterania

BERLIN (Arrahmah.com) - Turki harus menghentikan provokasi di Mediterania timur jika ingin menghindari diskusi baru tentang sanksi Uni Eropa terhadap Ankara pada pertemuan puncak Uni Eropa pada bulan Desember, Menteri Luar Negeri Jerman…

Kabarnya dikunjungi "Israel", namun Sudan 'tidak sadar'

KHARTOUM (Arrahmah.com) - Pemerintah Sudan pada Selasa (24/11/2020) membantah memiliki informasi tentang kunjungan delegasi "Israel" ke Khartoum yang diumumkan sehari sebelumnya oleh seorang pejabat dari Tel Aviv. "Kabinet tidak…

Aktivis wanita Saudi alami pelecehan seksual di Penjara

RIYADH (Arrahmah.com) - Aktivis hak-hak perempuan Saudi telah disiksa dan dilecehkan secara seksual oleh para interogator saat mereka mendekam di penjara, tidak memiliki pengadilan yang adil, klaim laporan baru-baru ini. Laporan…

Sejarah militer Australia di Afghanistan

SYDNEY (Arrahmah.com) - Penyelidikan independen telah menemukan informasi yang dapat dipercaya bahwa pasukan khusus Australia diduga membunuh 39 tahanan tak bersenjata dan warga sipil di Afghanistan, dimana komando senior memaksa tentara…

Iklan