Berita Dunia Islam Terdepan

Habib Rizieq ajak umat tidak berpecahbelah dalam berjuang menegakkan agama Allah

Imam Besar FPI Habib Muhammad Rizieq Syihab dalam Tabligh Akbar di Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya.. Foto: Suara Islam
3

SURABAYA (Arrahmah.com) – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab mengajak umat Islam untuk senantiasa berpegang teguh pada agama Allah dan tidak berpecahbelah dalam berjuang menegakkan agama Allah.

Demikian dipaparkan Habib pada Tabligh Akbar bertajuk “Merajut Ukhuwah, Menegakkan Syariah Dalam Bingkai NKRI” di Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya, Selasa (11/4/2017).

Habib, sebagaimana dikutip Suaraislam, menjelaskan bahwa pesatuan umat Islam tidak hanya sumber kekuatan, tetapi menjadi sumber daripada pertolongan Allah.

“Hal tersebut sesuai pesan Nabi, bahwa umat Islam wajib bersatu membangun kebersamaan, karena sesugguhnya pertolongan Allah ada dalam kebersamaan,” jelas Habib Rizieq di hadapan puluhan ribu jamaah.

Kata Habib, sebesar apapun kekuatan kita jika tidak ada pertolongan Allah maka semua akan sia-sia, sebaliknya sekecil apapun kekuatan kita tetapi jika pertolongan Allah bersama kita maka musuh sebesar apapun tidak akan mampu mengalahkan kita. “Karena itu jangan sampai kita berpecah belah, kita harus selalu bersatu dalam panji Laailahailallah Muhammadarrasulullah,” ajaknya.

Menurutnya, kalau kita bersatu dalam keridhoan Allah maka tidak akan ada yang mampu menghalangi. Seperti Aksi 212 itu dihalang-halangi, digembosi, diancam, tetapi dengan persatuan umat akhirnya acara sukses dengan menghadirkan jutaan umat. “Sama seperti sekarang, banyak tekanan untuk membatalkan acara tabligh akbar ini, tetapi usaha menggembosi itu gagal, umat tetap berkumpul. Ini adalah kuasa Allah,” ungkap Habib Rizieq.

Oleh karena itu, umat Islam harus tetap bersatu, bangkit dan berjuang menegakkan agama Allah bersama para Ulama dan Habaib. Merekalah yang berjasa besar dalam perjuangan memerdekakan dan mempertahankan NKRI.

Kata Habib, salah satu sejarah perjuangan ulama dan umat Islam adalah resolusi jihad dalam peristiwa 10 November, saat itu para kiyai, santri dan arek-arek Suroboyo berjihad melawan penjajah.

Karena itu, umat Islam harus ingat sejarah dan mempertahankan spirit perjuangan bersama para Ulama dan Habaib. “Kita akan memperjuangkan Islam di NKRI dengan jalan konstitusional, oleh karena itu umat Islam harus bersatu. Saya mau tanya kepada hadirin, siap bersatu? siap tegakkan syariat? siap bela Islam? siap bela NKRI?” tanya Habib Rizieq yang dijawab “siap” para jamaah serta pekikan takbir.

(azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...