Berita Dunia Islam Terdepan

Dukung Ahok, PPP dianggap tak berhak lagi gunakan lambang Ka’bah

Ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil muktamar Jakarta Djan Faridz (kiri) bersama pasangan bakal cagub dan cawagub Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, dalam acara deklarasi dukungan, di Gedung DPP PPP, Jakarta, 17 Oktober 2016.
4

BOGOR (Arrahmah.com) – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab menegaskan bahwa PPP tidak berhak lagi menggunakan lambang Ka’bah, saat pemimpin dari dua kubu partai tersebut menyatakan mendukung Basuki Tjahja Purnama dalam pilkada DKI jakarta.

“Saat ini kubu PPP dua-duanya sudah mendukung orang kafir jadi gubernur di Jakarta. Karena itu, mereka tidak berhak lagi menggunakan lambang Kabah, tidak boleh Kabah dikibarkan untuk dukung orang kafir,” jelas Habib Rizieq saat acara Multaqo Ulama se-Jawa Barat dan Banten di Markaz Syariah Megamendung, Bogor, Rabu (5/4/2017) lalu.

Menurutnya, siapapun tidak boleh sembarangan menggunakan lambang Kabah. “Kabah itu sesuatu yang harus dijaga dan dihormati,” tandasnya.

Itulah kenapa, lanjutnya, saat ini para Ulama Ahlussunnah wal Jamaah sudah ada yang Mufarokoh (keluar berjamaah) sebagai bentuk protes atas kebijakan PPP tersebut.

“PPP itu milik umat Islam, tidak boleh digunakan seenaknya,” tegasnya.

Habib menilai, keputusan PPP mendukung Ahok itu sebagai penghianatan terhadap umat Islam dan para Kyai. “Dan keputusan para Ulama untuk mufarokoh supaya jadi pelajaran agar mereka kembali kepada jalan Allah,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan masalah ini bukan untuk ikut campur urusan partai politik, “Saya bukan poltisi, saya hanya guru ngaji yang ingin mengatakan yang hak itu hak dan yang batil itu batil. Dan siapapun kalau mereka melanggar harus kita berikan teguran,” tuturnya.

“Dan kalau mereka keluar dari jalan Allah ini tanda kehancuran mereka,” tambahnya.

Meski demikian, Habib Rizieq tetap menyerukan agar PPP bisa diselamatkan kembali. “Saya ingatkan kepada semua, kita harus berjuang untuk menyelamatkan PPP, mengusir orang-orang munafik dari dalam PPP,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Forum Ulama’ul Kakbah Madura (FUKM), Kyai Ali Karrar menegaskan, dukungan PPP yang dipimpin Romahurmuziy dan Djan Faridz kepada pimpinan non-muslim, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah mengkhianati PPP dan menyerukan untuk mufaraqah

“Kami menganggap mereka berdua telah berkhianat terhadap PPP yang merupakan amanah para ulama dan sesepuh pencetus PPP yang berasaskan Islam,” kata Kyai Ali Karrar dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (28/3).

Lantaran mendukung Ahok, maka mereka berdua harus legowo melepas diri dari PPP. “Dan harus mengubah gambar Ka’bah dari logo partai serta melepas asas Islam dari partai mereka berdua,” kata dia.

Karena itu, dia meminta seluruh kader PPP menyatakan mufaraqah atau tidak mengikuti pimpinan atau imam dari kepemimpinan mereka berdua.

“Kami akan melarang umat kami dari mengikuti partai yang dipimpin mereka berdua,” tandas Kyai Ali Karrar.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...