Berita Dunia Islam Terdepan

Soal PPKn sudutkan umat Islam, Kemenag: “Itu soal memang benar ada”

Soal PKn Ujian Sekolah Berstandar nasional (USBN) yang menyudutkan umat Islam
4

JAKARTA (Arrahmah.com) – Kementerian Agama (Kemenag) membenarkan adanya soal ujian akhir yang menyebut Islam garis keras di Jawa Timur, Kamis (23/3/2017). Pada soal soal PKn Ujian Sekolah Berstandar nasional (USBN) pilihan ganda no 19 tertulis “Sekelompok islam garis keras melakukan sweeping ke aula gereja di kota bogor didapati sekelompok umat nasrani sedang melakukan kegiatan natal. Orang Islam tersebut melakukan pembubaran paksa kegiatan natal. Hal yang dilakukan umat Islam garis keras itu termasuk pelanggaran terhadap UUD 19415 pasal”….(Selanjutnya pilihan ganda).

Kasubdit Kurikulum Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Basnang Said mengatakan ia sudah konfirmasi ke tim kemenang di Jatim. “Saya sudah konfirmasi ke teman-teman di kemenag Jawa Timur, itu soal memang benar ada,” kata dia dikutip Republika.co.id

Namun, ia menegaskan soal tersebut tidak dibuat oleh pihak kemenag atau madrasah yang menyelenggarakan USBN juga. Ujian akhir sekolah saat ini memang terdiri dari UN dan USBN. Soal-soal UN dibuat terpusat, sementara USBN sebagian besar soalnya dibuat oleh tim pembuat soal di masing-masing provinsi.

Basnang mengatakan selama ini pembuatan soal USBN terpisah antara sekolah biasa dan madrasah. Sekolah biasa menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan masing-masing provinsi. Sementara ujian madrasah jadi tanggung jawab kemenag.

Dia menyebut soal yang kemarin viral bukan produk Kemenag. Menurutnya, soal-soal yang dibuat untuk madrasah sudah melalui proses ketat, seperti ada penandatanganan pakta integritas bagi pembuat soal. Sehingga tidak ada masalah.

Soal-soal USBN dibuat dari 25 persen soal pusat dan 75 persen dari tim masing-masing provinsi. Kisi-kisi soal dibuat dari pusat. Soal-soal tersebut seharusnya tidak boleh menyinggung SARA, memicu intoleransi dan lainnya yang menimbulkan masalah di masa depan.

Basnang menyayangkan hal ini bisa terjadi. Padahal sebelumnya ia telah meminta agar penyusunan soal juga melibatkan kemenang atau guru-guru madrasah. Pasalnya, ada sekolah madrasah yang juga menjalankan USBN dan mengujiankan mata pelajaran umum.

(azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...