Berita Dunia Islam Terdepan

KPAI akan panggil Facebook terkait kejahatan pedofil siber

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam Sholeh (kpai.go.id).
11

JAKARTA (Arrahmah.com) – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) rencanya akan memanggil pihak korporasi Facebook, terkait dengan kasus pedofilia yang dilakukan melalui akun Official Loly Candy’s 18+. KPAI tak ingin terjadi pembiaran terhadap munculnya konten negatif di media sosial, dalam hal ini Facebook.

“KPAI minta tanggung jawab penyedia platform, dalam hal ini Facebook. Mereka tak bisa lepas tangan,” ujar Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/3/2017), dikutip Tempo.

Asrorun berkata pihaknya menemukan indikasi pelanggaran berupa pembiaran terhadap munculnya konten negatif. Dia menegaskan bahwa pembiaran itu bisa dilaporkan karena memiliki konsekuensi hukum.

Meskipun begitu, KPAI memilih berdiskusi lebih dulu dengan Facebook dan kementerian terkait. Asrorun menjelaskan kasus pedofilia Loly Candy bukanlah kejahatan pertama yang memanfaatkan Facebook. “Akan ada pemanggilan khusus untuk Facebook, berdiskusi soal pertanggungjawaban perlindungan anak,” tuturnya.

Penyedia platform yang dimanfaatkan untuk kejahatan, yang dalam kasus ini adalah Facebook, menurut Asrorun, tak lepas dari tanggung jawab pengawasan.

“Sama seperti kasus terorisme dan pencucian uang. Perbankan juga tanggung jawab, atau pemilik kontrakan yang dipakai teroris juga sama punya tanggung jawab, bukan hanya moral, tapi juga (tanggung jawab) hukum,” katanya.

Diketahui bersama, anggota Polda Metro Jaya mengungkap praktek prostitusi khusus anak di bawah umur atau pedofilia secara online melalui media sosial dengan akun Official Loly Candys Group 18+.

Akun grup itu dibuat pada September 2014 dengan jumlah anggota mencapai 7.497 orang yang menampilkan foto porno anak di bawah umur. Akun itu menghebohkan publik karena menyebarkan konten pornografi anak-anak.

Polisi menahan empat pelaku yang berperan sebagai administrator dari akun Loly Candy’s 18+. Keempatnya adalah Wawan, 27 tahun, SHDW (16), DS (24), dan DF (17). Ada pula satu tersangka lain berinisial AAJ yang ditangkap di Bekasi, 16 Maret 2017. Dia ditangkap karena perannya sebagai member dari grup Loly Candy’s tersebut.

 

(azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...