PONOROGO (Arrahmah.com) – Antusias masyarakat untuk mengikuti kuliah umum Dr. Zakir Naik luar biasa. Panitia International Public Lecture Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor menyatakan sejak dibuka hingga hingga Ahad malam (12/3/2017) calon peserta yang mendaftar mencapai 2000 peserta. Bahkan, perkembangan pada Senin (13/3) pukul 16.45 WIB, pendaftar telah mencapai 2.417 peserta.

Dalam rilisnya panitia juga menyatakan kesiapannya untuk menggelar even internasional yang akan menghadirkan cendekiawan Muslim dunia, Dr Zakir Abdul Karim Naik, pada Rabu, 5 April mendatang.

“Panitia telah terbentuk semenjak akhir bulan lalu, sudah mengadakan dua kali rapat koordinasi,” ungkap Ketua Panitia International Public Lecture Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Dr. Muhammad Kholid Muslih, M.A, saat ditemui di Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Ahad (12/3).

Panitia, lanjut Kholid, telah membuka pendaftaran secara resmi sejak tiga hari yang lalu melalui website maupun pesan singkat (SMS) dan WhatsApp.

Menurutnya, Tim Panitia yang berkantor di Gedung CIOS UNIDA Gontor saat ini terus bekerja keras hingga larut malam agar bisa menyukseskan perhelatan akbar yang direncanakan akan menampung 10.000 peserta.

“Kami mohon doa semua pihak untuk kesuksesan acara ini,” pinta Ketua Program Studi Ilmu Akidah, Program Pascasarjana UNIDA itu.

International Public Lecture UNIDA Gontor merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian safari dakwah Dr Zakir Naik yang bertajuk “Zakir Naik Visit Indonesia 2017.” Di Gontor, Zakir Naik akan menyampaikan kuliah umum bertema “Religion in the Right Perspective”.

Kuliah umum yang akan dihadiri 10 ribu peserta dari kalangan mahasiswa, dosen dan masyarakat umum itu akan digelar di Depan Balai Pertemuan Pondok Modern Darussalam, Gontor, Ponorogo, pada Rabu, 05 April 2017 pukul 08.00-12.00 WIB. Kuliah umum Zakir Naik disampaikan dalam bahasa Inggris, dan akan diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti acara ini dapat mendaftar dengan mengisi Form Pendaftaran Online (http://unida.gontor.ac.id/registration/public-lecture/) atau melalui pesan singkat (SMS) dan Whatsapp (WA) 05768089735 (Indosat), 087759225253 (XL) serta 081357640340 (Telkomsel).

Sekilas tentang Zakir Naik

Dr Zakir Abdul Karim Naik adalah seorang cendekiawan Muslim, dai, dan mubaligh asal India. Ia juga penulis buku-buku keislaman dan perbandingan agama. Secara profesi, sejatinya ia seorang dokter medis.

Sejak 1991 ia telah menjadi seorang dai yang terlibat dalam dakwah Islam dan perbandingan agama. Di India, Zakir adalah pendiri sekaligus Presiden Islamic Research Foundation (IRF), sebuah organisasi nirlaba yang memiliki dan menyiarkan jaringan saluran TV gratis Peace TV dari Mumbai, India.

Zakir Naik lahir pada tanggal 18 Oktober 1965 di Mumbai (Bombay pada waktu itu), India dan merupakan keturunan Konkani. Ia bersekolah di St. Peter’s High School (ICSE) di kota Mumbai. Kemudian bergabung dengan Kishinchand Chellaram College dan mempelajari kesehatan di Topiwala National Medical College and Nair Hospital di Mumbai. Ia kemudian menerima gelar MBBS-nya di University of Mumbai. Pada 1991 ia berhenti bekerja sebagai dokter medis dan pada akhirnya fokus dalam dunia dakwah.

Dia telah berceramah dan menulis sejumlah buku tentang Islam dan perbandingan agama juga hal hal yang ditujukan untuk menghapus keraguan tentang Islam. Sejumlah artikelnya juga sering diterbitkan di majalah India seperti Islamic Voice.

Tentang pengaruh Zakir Naik, Indian Express dalam terbitan 22 Februari 2009 lalu memasukan dia ke dalam peringkat 82 dari “100 Orang India Terkuat 2009” di antara satu miliar penduduk India. Sementara dalam daftar khusus “10 Guru Spiritual Terbaik India”, Zakir Naik berada di peringkat tiga, setelah Baba Ramdev dan Sri Sri Ravi Shankar. Ia menjadi satu-satunya Muslim di daftar ini.

Pada Ahad, 01 Maret 2015 lalu, Zakir Naik mendapatkan penghargaan tertinggi dari Pemerintah Saudi Arabia, King Faisal International Prize (KFIP). KFIP merupakan penghargaan terhadap karya-karya luar biasa dari individu dan lembaga dalam lima katagori yakni Dakwah Islam, Studi Islam, Bahasa dan Sastra Arab, Kedokteran dan Ilmu Pengetahuan. Penghargaan itu disampaikan secara langsung oleh Raja Salman bin Abdul Aziz

Atas penghargaan tersebut, Zakir Naik menerima sertifikat, medali kenang-kenangandari emas 24 karat seberat 200 gram dan cek sebesar 200.000 ribu dollar Amerika. Dalam acara penganugerahan penghargaan itu, Zakir menyatakan dirinya akan menyumbangkan semua hadiah uang untuk digunakan oleh Peace TV.

(azm/*/arrahmah.com)

Topik: , ,