Berita Dunia Islam Terdepan

Pandangan KH. Arifin Ilham tentang Dr. Khalid Basalamah

Ustadz Arifin Ilham dan ustadz KHalid Basalamah. [Foto: fb KH. Arifin Ilham]
37

BOGOR (Arrahmah.com) – Terkait pembubaran paksa terhadap acara pengajian dengan tema “Manajemen Rumah Tangga Islam” dengan pembicara Dr. Khalid Basalamah di masjid Sholahuddin Gedangan Sidoarjo Jawa Timur oleh sekelompok massa yang mengatasnamakan ormas tertentu, pada sabtu (4/3/2017), ustadz Arifin Ilham menanggapi dengan menulis pandangan beliau tentang pribadi Dr. Khalid Basalamah.

Menurut ustadz Arifin, demikian kerap disapa, Dr. Khalid Basalamah adalah seorang mujahid dakwah yang juga seorang pengusaha sukses dengan PT Ajwad -nya. Dr. Khalid lahir di Makassar, 1 Mei 1975. Dia lulusan S1 Universitas Islam Madinah (Saudi Arabia), S2 Universitas Muslim Indonesia (Indonesia) dan S3 Universitas Tun Abdul Razzak (Malaysia).

“Da’wah Dr. Khalid Basalamah memang kental dengan gaya salafi yang tidak lepas dari bahasan dan rujukan selalu Al-Qur’an dan Sunnah. Pribadi yang tegas, wibawa, santun, murah senyum, mudah akrab dan sangat menghormati perbedaan,” demikian tulis ustadz Arifin di akun Facebook-nya, Selasa (7/3/2017).

“Dr. Khalid adalah pribadi yang tegas, wibawa, santun, murah senyum, mudah akrab dan sangat menghormati perbedaan, tegas ustadz Arifin,” tandasnya.

Itulah pandangan abang tentang beliau setelah 3 tahun mengenal beliau, kata ustadz Arifin.

“Sering bersama dalam berdakwah, bahkan bersama dalam siaran TV. Saat-saat makan bersama di restoran yang beliau punya, dan beliau pun sering kali ke rumah abang bersama istri dan anak anak beliau. Dan kami pun saling memberi hadiah. Arifin memanggil beliau abang, “bang Kholid”, abang tercinta karena Allah,” ungkap pimpinan Majelis Zikir Azzikra itu,

Ustadz Arifin Ilham mengakui memang ada perbedaan faham tentang zikir berjamaah dengan Ustaz Khalid Basalamah. Meski begitu, kata ustadz Arifin, ustadz Khalid mau hadir untuk memberi tausyiah walau tidak ikut zikir bersama.

“Sungguh walau kami berdua berbeda faham tentang Zikir Berjamaah, tetapi beliau mau hadir untuk memberi tawshiyah walau tidak ikut zikir bersama. Beliau tidak berqunut, tetapi saat sholat subuh di mesjid Az Zikra disamping abang, beliau ikut berqunut. Saat abang hadir di mesjid beliau, malah abang diminta memberikan ceramah dihadapan jamaah beliau. Sungguh beliau sangat bijak, sangat santun dan penyayang pada saudara mu’min,” terangnya.

“Kami bersama saling sayang karena Allah, perbedaan kecil diantara kami tidak membuat kami bermusuhan, karena kami mengutamakan Allah dan RosulNya, mengutamakan da’wah, mengutamakan ukhuwah, dan mengutamakan kemaslahatan umat dan negeri tercinta ini,” ungkap ustadz Arifin.

Ustadz Arifin berharap, semoga peristiwa yang terjadi menjadi sejuta hikmah, dan semoga ummat Islam yang berbeda faham dengan ustadz Khalid semakin bijak dan arif menyikapinya.

“We are moslems brothers, we love each other because of Allah, I love you abangku tercinta ustadz Dr. Kholid Basalamah”.

“Allahumma ya Allah persaudarakan kami dalam barisanMu, rapatkan barisan kami demi Syariat dan Sunnah NabiMu yg mulia, dan keberkahan negeri kami tercinta Indonesia…aamiin.” tutup ustadz Arifin.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...