Istilah "terorisme Islam radikal" Trump dikacaukan penasihatnya

Donald Trump memperkenalkan Penasihat Keamanan Nasional Angkatan Darat yang baru, Letjen H.R. McMaster, di Mar-a-Lago. (Foto: Reuters)
3

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Penasehat keamanan nasional yang baru ditunjuk Presiden AS Donald Trump, pada Kamis (23/2/2017) dilaporkan mengadakan pertemuan pertama dengan stafnya di mana ia mengatakan bahwa label seperti “terorisme Islam radikal” tidak membantu karena dia mengatakan teroris sendiri “tidak Islami”, Fox News melansir pada Sabtu (25/2).

The New York Times, mengutip orang-orang yang menghadiri pertemuan Dewan Keamanan Nasional, melaporkan bahwa Letjen H.R. McMaster (54) mengenakan seragam Angkatan Darat pada saat itu dan ungkapan tersebut dikeluarkannya saat istirahat.

Peter R. Mansoor, seorang pensiunan kolonel Angkatan Darat yang bertugas dengan McMaster di Irak selama gelombang pasukan AS 2007, mengatakan sebelumnya bahwa McMaster “benar-benar tidak melihat Islam sebagai musuh.”

Penasihat keamanan nasional memiliki peran khusus di dalam pemerintah, bekerja secara langsung dengan presiden, tapi tidak harus tunduk pada Senat. McMaster akan bertugas untuk memberi nasihat pada Trump dan juga berfungsi sebagai koordinator kebijakan luar negeri dan pertahanan AS.

Pada hari McMaster dilantik, majalah Slate memuat artikel berjudul, “Trump Hanya Mengangkat Pejabat Angkatan Darat terpandai.”

“Kunci untuk mengenali McMaster -jenderal bintang tiga dan wakil komandan Pelatihan Angkatan Darat dan Komando Doktrin- adalah bahwa ia telah membuat karir dengan berbicara kebenaran secara naluriah, tanpa bakat sedikit pun untuk menjilat atasannya,” Fred Kaplan, penulis artikel, menulis.

McMaster (54) adalah seorang tentara yang dikenal berpikiran independen dan dikagumi karena kepemimpinannya, tapi dia tidak banyak memiliki pengalaman di Washington.

Pengangkatannya memperkuat pendekatan yang lebih utama untuk keamanan yang tampaknya telah mengarahkan pemerintah untuk mendukung NATO dan sekutunya di Asia, dan mengembalikan pelegalan penyiksaan dalam interogasi. (althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.