Usut dana Teman Ahok, desak Pemuda Muhammadiyah kepada polisi

Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah
28

JAKARTA (Aarrahmah.com) – Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak meminta, Polri harus berlaku adil dalam mengusut suatu perkara. Dia pun mempertanyakan, mengapa dana untuk teman Ahok juga tidak diusut.

“Bila mau mengusut aliran uang saya kira silakan saja, tapi berlaku adillah,” ujar Dahnil dikutip Republika, Sabtu (25/2/2017).

Selain itu, Dahnil juga mempertanyakan mengapa polri tidak segera mengusut dugaan aliran dana gendut yang melibatkan petinggi polri. Kata dia, jangan sampai kekecewaan masyarakat terhadap polri semakin besar akibat pengusutan kasus tersebut.

Ketidakpercayaan publik kepada polri akan semakin tinggi dengan kriminalisasi terhadap tokoh umat. Sehingga itu diyakini akan merusak citra polri untuk jangka panjang. “Karena dianggap polisi seoralh menjadi alat politik bagi kelompok tertentu,” kata Dahnil.

Diketahui bersama kepolisian tengah mengusut dugaan tindak pidana pencucian uang dana aksi bela Islam yang dihimpun oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI. Polri juga telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus ini.

Sebelumnya, kuasa hukum GNPF MUI, Kapitra Ampera menyatakan, dana yang berada dalam rekening milik Yayasan Keadilan untuk Semua bukan dari hasil tindak pidana. Uang tersebut murni dari sumbangan masyarakat untuk aksi bela Islam yang dipelopori GNPF.

(azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.