TURKI (Arrahmah.com) – Turki telah meningkatkan pengawasan terhadap komunitas Muslim berbahasa Rusia dalam beberapa bulan terakhir menyusul serangkaian serangan yang diduga dilakukan oleh Daesh, lansir MEMO pada Jum’at (17/2/2017).

Polisi Turki telah menggerebek rumah para imigran berbahasa Rusia di Istanbul, menahan banyak di antara mereka dan mengusir lainnya, menurut wawancara dengan Muslim Rusia yang tinggal di kota. Sedikitnya beberapa dari mereka ditargetkan oleh otoritas Turki dikenal bersimpati kepada gerakan radikal.

“Sekitar sepuluh kenalan saya di penjara sekarang,” kata Magomed-Said Isayev, seorang Muslim dari pegunungan Kaukasus Utara Rusia, yang pindah ke Istanbul tiga tahun lalu.

Dia mengatakan untuk sebagian besar waktunya di Turki ia tidak memiliki kesulitan dengan pihak berwenang. Dia mengatakan dia tidak melakukan apa pun untuk menyakiti warga Turki, tapi sekarang ia merasa ia tidak lagi aman dari ancaman penahanan.

(banan/arrahmah.com)

Topik: , , , , ,