Pernyataan sikap ANNAS Sulsel

Deklarasi dan pengukuhan pengurus Aliansi Nasional anti Syiah (ANNAS) Sulawesi Selatan
26

MAKASSAR (Arrahmah.com) – Ratusan ummat Islam menghadiri Deklarasi dan Pengukuhan Pengurus Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel), di Masjid Ikhtiar Komplek Perdos UNHAS Tamalanrea, Jl. Perintis Kemerdekaan No. 8 Makasar Sulsel, Ahad (5/2/2017).

Menurut Tardjono Abu Muas Sekretaris Umum ANNAS Pusat Acara berjalan aman dan lancar, jelang akhir acara dilakukan penandatanganan Berita Acara Pengukuhan Pengurus ANNAS Wilayah Sulsel oleh Ketua ANNAS Pusat, K.H. Athian Ali M. Da’i, Lc. MA ikut juga menandatangani pengurus ANNAS Sulsel di antaranya Ketua Majelis Syuro, Ketua Dewan Pakar dan Ketua ANNAS Sulsel.

Usai penandatanganan berita acara, Ketua ANNAS Wilayah Sulsel, Farid Ma’ruf Nur, S.T., S.E. membacakan 5 butir Pernyataan Sikap.

Berikut isi lengkap pernyataan sikapnya:

Kami pengurus Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) menyatakan sikap:

Pertama, ANNAS Sulsel siap berupaya amar ma’ruf nahi munkar khususnya dalam menghadapi penyebaran komunis dan aliran-aliran sesat lainnya tak terkecuali Syiah yang ada di wilayah Provinsi, Kabupaten / Kota Sul-Sel

Kedua, ANNAS Sulsel akan senantiasa mengingatkan masyarakat akan bahayanya komunis dan ajaran Syiah bagi akidah ummat dan stabilitas bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketiga, ANNAS Sulsel mengajak ummat Islam Sulsel baik Ormas Islam, organisasi da’wah maupun warga untuk bekerjasama mengantisipasi perkembangan ajaran sesat Syiah yang mengancam keluarga dan generasi muda serta melecehkan kaum perempuan dengan modus kawin kontrak.

Keempat, ANNAS Sulsel mendesak Pemerintah Provinsi, Kabupaten / Kota Sulsel agar peduli dan melindungi ummat Islam dari perusakkan nilai-nilai kedamaian oleh gerakan keagamaan dan politik Syiah dengan mengawasi, membatasi, dan melarang pengembangan ajaran Syiah di Provinsi, Kabupaten / Kota Sul-Sel.

Kelima, ANNAS Sul-Sel akan senantiasa bersama-sama dengan aparat penegak hukum baik Kepolisian maupun Kejaksaan dalam mengawasi perkembangan Syiah di Provinsi, Kabupaten / Kota Sul-Sel yang secara ideologis dan politis tak lepas dari kendali negara Syiah Iran serta habitatnya sebagai penyebar kebencian dengan menghina shahabat dan istri Rosulullah SAW.

Demikian pernyataan sikap ini disampaikan semata-mata hanya mengharap ridlo Allah SWT dan demi ketentraman warga dan ummat Islam Proinsi, Kabupaten / Kota Sul-Sel.

(*/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.