DPP HTI: Seperti zaman PKI, saat ini terjadi tiga kriminalisasi

Massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) gelasaksi tolak kriminalisasi ulama dan aktivis Islam, Ahad (5/2/2017), di Patung Kuda, Monas, Jakarta.
31

JAKARTA (Arrahmah.com) – Ribuan umat Islam berbondong-bondong ikut serta dalam “Aksi Umat Peduli Jakarta” di Patung Kuda Monas, Ahad (5/2/2017). Aksi yang diikuti oleh elemen Umat dan Ormas Islam ini merupakan rangkaian aksi Bela Ulama sebagai respon atas upaya mengkriminalisasi Islam, Ulama dan Ormas Islam yang akhir-akhir ini sedang gencar diopinikan.

DPP Hizbut Tahrir Indonesia, Ustadz MR Kurnia, dalam orasi politiknya dihadapan ribuan massa yang hadir mengatakan, jika ditelaah, saat ini ada satu kata yang sedang terjadi di negeri ini, yaitu Kriminalisasi.

Pertama, kriminalisasi terhadap ajaran Islam. “Tengok ketika Umat Islam menyatakan, menurut syariat Islam yang bertebaran dalam kitab ulama bahwa Haram Pemimpin Kafir, malah dianggap mengganggu keberagaman,” ungkapnya.

Kedua, kriminalisasi terhadap ulama, dan aktifitas dakwah Islam. MR Kurnia menegaskan Islam tidak mungkin berkembang tanpa aktifitas mendakwahkannya, dan peran ulama.

“Sekarang ini sedang terjadi kriminalisasi terhadap ulama dan pengemban Islam. Mereka yang mendakwahkan Islam dianggap mengganggu kebhinekaan,” cetusnya.

Ketiga, kriminalisasi terhadap organisasi Islam. Menurutnya, tidak mungkin berjuang itu sendiri, harus bersama-sama. Ormas Islam yang teguh membela Islam dan tak pernah takut terhadap pencela Islam dihadang dengan UU pembubaran Ormas Islam.

Dia menambahkan, meski begitu, meniru para sahabat, semakin umat Islam ditekan, mereka semakin rindu syurga.

“Semakin umat Islam diinjak-injak, umat ini semakin mendidih aqidahnya. Semakin besar tekanan, justru semakin mengokohkan iman, karena mereka pecinta Allah, pecinta Rosulullah, pecinta Ulama, Allahu Akbar…!” teriaknya disambut pekikkan takbir ribuan massa yang hadir.

Jadi saat ini, terang MR Kurnia, sedang terjadi tiga kriminalisasi. Hanya ada satu cara melawannya, umat Islam tidak boleh terpecah belah. Ulama harus bersatu, ormas islam harus bersatu. Karena dibalik mereka yang memusuhi Islam ada imperialis kafir penjajah.

“Saudara sekalian, antum sekalian anak cucunya Umar bin Khattab, antum sekalian anak cucunya Salahuddin Al-Ayubi, antum sekalian anak cucunya Al Fatih, tidak akan gentar terhadap yang yang mengkriminalisasi Islam, tidak akan gentar terhadap yang mengkriminalisasi Ulama dan pengemban Islam,” kata MR Kurnia dalam orasinya.

“Kalian adalah orang-orang yang cinta terhadap akhirat. Allah Ma’ana.… Allah Ma’anaAllah Ma’ana.. Allah Bersama Kita…Allah bersama kita… Allah Bersama Kita…,” pungkasnya disambut pekikkan gemuruh takbir.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.