Berita Dunia Islam Terdepan

Keluar dari Ahrar Syam, para komandan terkemuka bergabung dengan Hayaat Tahrir Syam

Pejuang Suriah. (Foto: Zaman Alwasl)
15

IDLIB (Arrahmahcom) – Para komandan terkemuka dari Harakah Ahrar Syam menyatakan diri bergabung dengan Hayaat Tahrir Syam (Komite Pembebasan Syam) yang dibentuk pada Sabtu (28/1/2017). Mereka mengumumkan pengunduran diri mereka dari Harakah Ahrar Syam sebelum bergabung dengan Tahrir Syam.

Salah satu dari mereka yang bergabung adalah Komandan Abu Hashim Al-Sheikh, komandan paling menonjol yang meninggalkan harakah. Dia kini menjadi salah satu komandan di tubuh Hayaat Tahrir Syam. Abu Yusuf Al-Muhajir, juru bicara militer Ahrar Syam, juga mengonfirmasi pengunduran dirinya dan menegaskan keanggotaan di Tahrir Syam, lansir Zaman Alwasl pada Ahad (29/1).

Dalam konteks serupa, beberapa pengamat urusan Suriah mengedarkan berita melalui media sosial bahwa mantan Komandan Militer Ahrar Syam, Abu Saleh Tahan, juga bergabung dengan formasi baru. Selain mantan hakim Ahrar Syam, Abu Muhammad Al-Sadeq. Keduanya mengundurkan diri dari jabatannya di Ahrar Syam dan menyetujui formasi baru (Hayaat Tahrir Syam).

Berbicara kepada Zaman Alwasl, Ahmad Kara Ali, juru bicara resmi Ahrar Syam berkomentar mengenai laporan ini, ia mengklaim bahwa “Tidak ada satu pun dari formasi militer kami yang telah berada di bawah formasi Hayaat Tahrir Syam, dan pengunduran diri Hashem Al-Sheikh dan Abu Yusuf Al-Muhajir adalah urusan pribadi, dan keanggotaan mereka sebelumnya telah ditangguhkan.” Dia tidak mengomentari pengunduran diri dari Al-Sadeq dan Tahan.

Lima faksi Islam mengumumkan pembentukan Hayaat Tahrir Syam pada Sabtu (28/1), dan mereka adalah: Jabhah Fath Syam, kelompok Nuruddin Zanki, Jaisyul Sunnah, Liwa Al-Haq, Jabhah Anshar Din. Kelompok-kelompok ini menggabungkan diri dan membentuk formasi baru untuk meningkatkan kekuatan.

Sumber yang dekat dengan Ahrar Syam mengatakan bahwa pengunduran diri komandan terkemuka dalam gerakan dan bergabung dengan Tahrir Syam, menghilangkan “arus ekstrimis” dalam gerakan, setelah mereka memiliki perselisihan mendalam dengan sebagian besar Dewan Konsultasi Harakah.

Sumber yang sama memperkirakan bahwa beberapa brigade Ahrar Syam akan bergabung dengan formasi baru terutama mereka yang setia kepada Komandan Tahan dan Al-Sheikh.

Hayaat Tahrir Syam merilis pernyataan setelah pembentukanya bahwa pembentukan formasi tersebut merupakan upaya untuk memperbaiki perpecahan di antara kelompok-kelompok perlawanan dan memperkuat oposisi terhadap rezim Nushairiyah pimpinan Bashar Asad. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...