Berita Dunia Islam Terdepan

Krisis bahan bakar di Hasaka terus memburuk saat milisi PYD melakukan monopoli

Krisis bahan bakar terjadi di Hasaka. (Foto: Zaman Alwasl)
4

HASAKA (Arrahmah.com) – Krisis bahan bakar telah meningkat tajam di provinsi Hasaka, timur laut Suriah, saat milisi Kurdi PYD mengendalikan sebagian besar stasiun pengisian bahan bakar.

Warga di Hasaka mengatakan bahwa antrian panjang orang yang menunggu di depan stasiun pengisian bahan bakar dengan memegang wadah mereka untuk menerima 30 liter, jumlah yang diperbolehkan untuk setiap keluarga, yang dijual dengan harga 43 pound Suriah per liter bukan 40 liter, harga resmi yang ditetapkan, lansir Zaman Alwasl pada Sabtu (28/1/2017).

Selain itu, menurut sumber, otoritas lokal hanya mendistribusikan 100 liter bahan bakar pemanas untuk setiap keluarga, yang merupakan setengah dari jumlah yang biasanya dialokasikan.

Aktivis Suriah, Muhammad Al-Ahmad melaporkan bahwa tidak ada benzana yang tersedia di tempat pengisian bahan bakar di desa Qahtaniyah dan Tal Hamis di selatan Qamishli, yang mengarah ke kenaikan harga menjadi 150 Pound Suriah, sementara di Qamishli dijual seharga 100 Pound Suriah.

Al-Ahmad juga menyebutkan bahwa jumlah solar yang mencapai desa-desa terlalu sedikit, beberapa kali hanya 400 liter yang dikirim ke beberapa desa, yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan satu keluarga yang biasanya menghabiskan 300 liter. Hal ini juga mengakibatkan kenaikan harga solar yang kini mencapai 75 Pound Suriah.

Efek buruk dari kekurangan bahan bakar berpengaruh pada pertanian dan peternakan, karena harga yang tinggi dan kurangnya bahan bakar, banyak pompa air yang dinonaktifkan, yang dapat mempengaruhi panen gandum jika situasi terus berlanjut selama berbulan-bulan.

Abo Hayel, seorang petani, menjelaskan bahwa ketika otoritas Kurdi mencegah kilang utama dari menjual bahan bakar langsung ke petani, menyebabkan krisis saat ini dan kenaikan harga bahan bakar.

Namun, meskipun harga melambung, orang-orang terpaksa memprioritaskan membeli bahan bakar di atas kebutuhan lainnya karena cuaca dingin, terutama saat listrik selalu padam selama berjam-jam, mereka harus mengesampingkan penggunaan pemanas elektrik. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...