Berita Dunia Islam Terdepan

11 tokoh Yahudi berpengaruh menduduki posisi penting dalam pemerintahan Trump

Donald Trump dan Netanyahu
9

WASHINGTON (Arrahmah.com) – 11 tokoh Yahudi menduduki posisi teratas dalam pemerintahan presiden baru AS Donald Trump, menurut laporan surat kabar “Israel” yang diterbitkan pada Jumat (27/1/2017).

Di bawah judul “pejabat Yahudi di pemerintahan Trump”, surat kabar sayap kanan “Israel” Jerusalem Post memperkenalkan 11 tokoh Yahudi berpengaruh yang akan bekerja bersama Trump.

Namun, surat kabar itu menegaskan bahwa Trump memenangkan 24% suara Yahudi.

Menurut Jerusalem Post , 11 tokoh Yahudi tersebut adalah:

  • Jared Kushner

Kushner adalah menantu Trump berusia 36 tahun dan akan menjabat sebagai penasihat senior.

Surat Kabar itu mengatakan bahwa Kushner tidak akan menerima gaji dan akan fokus pada Timur Tengah dan “Israel”, kemitraan dengan sektor swasta, dan perdagangan bebas.

Kushner menikahi putri Trump pada tahun 2009 dan memainkan peran penting dalam kampanye pemilihan presiden terutama di “Israel”.”

  • David Friedman

Friedman, (50), telah lama bekerja sebagai pengacara Trump. Dia berbicara bahasa Ibrani dan memiliki sebuah rumah di lingkungan al-Talbiya di Yerusalem.

Trump juga menunjuk Friedman sebagai dubes AS untuk “Israel”.

Jerusalem Post mengatakan bahwa Friedman “mendanai dan mendukung permukiman “Israel” dan menyatakan keraguannya tentang masa depan solusi dua-negara.”

  • Jason Greenblatt

Dia adalah seorang Yahudi Ortodoks yang pernah belajar di sebuah sekolah Yahudi di Tepi Barat pada pertengahan tahun 80-an dan melakukan tugas sebagai pengawal militer bersenjata di sana.

Greenblatt akan bertugas sebagai representatif khusus untuk negosiasi internasional yang berfokus pada konflik Palestina-Israel, hubungan AS-Kuba, dan perjanjian perdagangan AS dengan negara-negara lain.

Greenblatt mengatakan kepada Army Radio “Israel” pada November 2016 bahwa Trump tidak akan memaksakan solusi apapun terhadap “Israel” dan dia menganggap permukiman Yahudi bukan hambatan bagi proses perdamaian.

  • Steven Mnuchin

Mnuchin, (54), akan menjabat sebagai Menteri Keuangan AS.

Trump dan Mnuchin telah berteman selama 15 tahun, dan sebelum menjabat sebagai urusan keuangan dalam kampanye Trump, Mnuchin menjabat sebagai penasihat.

  • Stephen Miller

Miller, (31), diangkat sebagai penasihat senior untuk masalah kebijakan.

Miller, yang sebelumnya bekerja sebagai asisten parlemen, memainkan peran penting sebagai penulis pidato dalam kampanye Trump.

  • Carl Icahn

Seorang pengusaha dan investor berusia 80 tahun itu akan bertindak sebagai penasihat khusus dalam isu-isu reformasi kebijakan.

Icahn, yang merupakan salah satu pendukung awal pencalonan Trump, adalah pendiri perusahaan Icahn, perusahaan bisnis yang berbasis di New York.

  • Gary Cohn

Cohn, (56), akan menjabat sebagai kepala Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih.

Dia sebelumnya menduduki posisi senior di sejumlah perusahaan.

  • Boris Epshteyn

Epshteyn berusia tiga puluhan. Dia akan bekerja sebagai asisten khusus presiden.

Epshteyn, yang pindah ke Amerika Serikat dari Moskow pada tahun 1993, adalah seorang pengacara investasi dan keuangan yang tinggal di New York.

  • David Shulkin

Sebuah ahli penyakit dalam, (57), akan menjabat sebagai Menteri Urusan Veteran.

Dia sebelumnya bekerja sebagai asisten menteri kesehatan di Departemen Urusan Veteran dan menduduki posisi senior di sejumlah rumah sakit, universitas dan perusahaan.

  • Reed Cordish

Cordish berusia empat puluhan dan akan menjabat sebagai wakil presiden untuk kegiatan intra-pemerintahan dan teknologi. Dia akan bertanggung jawab untuk inisiatif yang memerlukan kolaborasi multi-lembaga yang berfokus pada inovasi teknologi dan modernisasi.

Ia adalah mitra Tump pada perusahaan real estate dan perusahaan hiburan di negara bagian Baltimore.

  • Avrahm Berkowitz

Lulusan hukum Harvard, (27), akan menjabat sebagai asisten khusus presiden Trump dan Jared Kushner.

Berkowitz adalah teman Kushner, dan setelah lulus dari Harvard, Berkowitz bekerja untuk perusahaan Kushner dan sebagai penulis untuk surat kabarnya, New York Observer.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...