Berita Dunia Islam Terdepan

Diperlakukan tidak adil, tahanan Palestina memulai aksi mogok makan di penjara “Israel”

11

PALESTINA (Arrahmah.com) – Seorang wanita Palestina yang ditahan oleh “Israel” telah memulai aksi mogok makan sebagai protes atas sel isolasinya. Aksi ini dilakukan oleh Randa Al-Shahateet dari kota Tepi Barat yang diduduki dari Hebron, Quds Press melaporkan, Senin (23/1/2017).

Menurut suami Shahateet ini, Yousef Abu Sabha, otoritas pendudukan “Israel” menangkap istrinya hari Jum’at lalu di sebuah pos pemeriksaan militer di selatan Hebron. “Dinas intelijen Israel menginterogasinya dan memindahkannya pada Jum’at malam ke sel isolasi di penjara HaSharon,” jelasnya. Dia ditahan, kata dia, dengan dalih bahwa ia telah melanggar ketentuan pembebasannya dari penjara Agustus lalu.

Abu Sabha menekankan bahwa pengadilan militer “Israel” di Penjara Ofer menggelar sidang kasus istrinya dan mengakui bahwa putusan pengadilan sebelumnya terhadap dirinya digenapi. Namun demikian, kata dia, hakim memutuskan untuk mempertahankan istrinya di penjara di bawah tekanan dari Kejaksaan Israel.

Hakim juga menolak permintaan Shahateet untuk dipindahkan ke bagian tahanan perempuan di HaSharon, jadi dia memulai aksi mogok makan terbukanya.

Kelompok-kelompok HAM mengatakan bahwa 50 tahanan Palestina perempuan saat ini dalam penjara-penjara “Israel”, termasuk 38 di HaSharon; 13 dari mereka adalah perempuan.

Ada sekitar 7.000 tahanan Palestina yang ditahan oleh “Israel”, termasuk 350 anak-anak dan 700 dalam proses penahanan administratif terkenal, di mana penahanan dapat diselenggarakan tanpa batas.

(banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...