Berita Dunia Islam Terdepan

Berdalih toleransi, kelompok anti-rasisme tampilkan gambar Muslimah pada billboard Hari Australia

Gambar kontroversi yang digunakan dalam billboard diambil di Docklands pada Hari Australia 2016, dan ditampilkan di situs web pemerintah Victoria. (Foto: Victorian Government)
8

CANBERRA (Arrahmah.com) – Kelompok anti-rasisme telah memulai sebuah proyek penggalangan dana untuk iklan billboard Australia Day yang menampilkan foto Muslimah, setelah billboard mereka sebelumnya menunjukkan dua gadis berkerudung yang telah dihapus pasca munculnya banyak kontroversi, Sydney Morning Herald melaporkan pada Rabu (18/1/2017).

Foto yang digunakan untuk billboard, yang diiklankan pada acara Hari Australia di Kings Domain Gardens Melbourne, diambil pada acara Hari Australia tahun lalu di Docklands. Di dalamnya, dua anak perempuan berkerudung tersenyum dan memegang bendera Australia.

Tetapi pengguna media sosial memprotes gambar tersebut, dan perusahaan media QMS menurunkan billboard setelah menerima ancaman.

Advokat anti-Islamofobia, Mariam Veiszadeh, yang merupakan Woman of The Year Daily Life’s 2016, bereaksi terhadap protes tersebut pada hari Selasa (17/1) dengan membuat billboard yang menampilkan dirinya bersama tokoh terkenal berkerudung lainnya, Yassmin Abdel-Magied.

Veiszadeh dan aktivis lainnya, Dee Madigan, berusaha menampilkan Muslimah kembali di papan iklan sebagai bagian dari kampanye baru untuk mendorong toleransi pada Hari Australia.

“Kelompok-kelompok yang sama yang mengeluh ‘Muslim tidak berasimilasi’, mengeluhkan foto MUSLIM AUSTRALIA MERAYAKAN HARI AUSTRALIA,” seperti dinyatakan oleh Madigan pada salah satu posting kampanye GoFundMe, yang bertujuan untuk mengumpulkan dana kampanye iklan baru. Aktivitas penggalangan ini sudah mengumpulkan lebih dari $ 30.000, dan sisanya akan diberikan ke Asylum Seeker Resource Centre.

“Sebagian besar warga Australia mendukung pesan ini,” kata Mariam Veiszadeh. Ia menambahkan bahwa para politisi dari partai Buruh dan partai Liberal juga telah menyumbang untuk kampanye. Sebuah petisi kedua juga telah muncul melalui Change.org menuntut billboard sebelumnya dikembalikan.

Veiszadeh katanya telah melakukan kontak dengan keluarga dari dua anak perempuan yang ditampilkan dalam iklan, dan ia menegaskan pihaknya melindungi anonimitas.

“Yang paling penting adalah: Banggalah pada diri Anda, banggalah pada identitas. Pesan ini benar-benar penting untuk para pemuda dari berbagai latar belakang.”

“Sayangnya dengan xenofobia yang kita lihat hari ini, tidak ada kelompok minoritas terhindar. Oleh karena itu, kita semua harus bersatu,” tegasnya. (althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...