Berita Dunia Islam Terdepan

Majelis Mujahidin: Memblokir media Islam langgar UU dan tak bermanfaat apa-apa

Foto ilustrasi
6

JAKARTA (Arrahmah.com) – Memblokir media Islam, selain melanggar UU juga tidak akan memberi manfaat apa apa bagi perbaikan Indonesia ke depan. Demikian jelas Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin (LT MM) Ustadz Irfan S. Awwas.

“Akan lebih bijaksana bila membiarkan media bersuara jujur dan terus terang. Karena tinggal itulah satu-satunya jalan menyalurkan aspirasi yang kian hari kian ditekan,” terangnya dalam pesan tertulis kepada redaksi, Jumat (7/1/2017)

Ustadz Irfan kemudian bertanya, “Atau penguasa akan menghadapi perlawanan umat Islam setelah media aspirasi dibungkam?”

Menyinggung soal kondisi negara hari ini, menurutnya sudah 72 tahun Indonesia merdeka, dengan 7 kali ganti penguasa, dengan menjauhkan peran Islam, hasilnya begini begini aja.

“Puncaknya, hutang pemerintah sudah mencapai hampir 5000 trilyuan, padahal Jokowi baru dua tahun berkuasa,” ucapnya.

Dia mengungapkan, pada rezim sekarang Indonesia benar-benar menjadi negara gagal, hampir di segala sektor. Kegagalan ini, terutama nampak pada kekacauan birokrasi. Kebijakan pemerintah selalu menuai protes masyarakat.

“Misalnya, pemberian bebas visa masuk Indonesia bagi 169 negara. Juga izin dirikan ormas bagi orang asing, yang terkesan memberi peluang bangkitnya ormas PKI. Terbaru, kenaikan harga bbm dan listrik, pajak kendaraan. Menkeu, Kepolisian, bahkan presiden Jokowi menolak bertanggung jawab atas kenaikan tersebut,” paparnya.

Tapi yang paling kacau dari semua itu, imbuh Ustadz Irfan, adalah sikap panik penguasa menghadapi kritik media. Menurutnya, sadar bahwa penguasa punya banyak dosa dan kesalahan, sehingga ingin membungkam suara kritis, terutama media dakwah Islam.

“Sayang, sikap diskriminatif penguasa dilakukan secara zalim dan kasar. Penguasa memberangus media Islam. Sementara situs porno, sekuler, komunis, syiah, dan media cyber pro penguasa bebas dari pemblokiran. Benarkah sikap diskriminatif ini mengindikasi rezim Jokowi anti agama? Seperti kritik banyak orang, penguasa memberi peluang bangkitnya komunis, sebaliknya menekan bangkitnya Islam,” tutupnya.

(azmuttaqin/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...