Berita Dunia Islam Terdepan

Ulama terkemuka Nigeria minta pemerintah tinjau kembali RUU terkait hak-hak perempuan

Muslimah Nigeria. (Foto: Google)
3

ABUJA (Arrahmah.com) – Ulama terkemuka dan paling senior Nigeria meminta anggota parlemen Nigeria untuk menghindari setiap undang-undang yang bertentangan dengan ajaran Al Qur’an, seperti dilaporkan ibtimes.com pada Kamis (29/12/2016).

Sultan Sokoto, Haji Sa’adu Abubakar, meminta Majelis Nasional untuk melindungi terhadap krisis keagamaan dengan menegakkan hukum Islam.

“Agama kami adalah jalan hidup kami. Oleh karena itu, kami tidak akan menerima langkah apapun untuk mengubah apa yang telah Allah izinkan,” katanya.

“Islam adalah agama damai, kami telah hidup damai dengan orang-orang Kristen dan penganut agama lain di negeri ini. Oleh karena itu, kita harus diberi izin untuk menjalankan ajaran agama kami secara sungguh-sungguh.”

Pernyataan itu disampaikan selama kompetisi pembacaan Al Qur’an yang diselenggarakan oleh negara bagian barat laut, Zamfara. Dia mengatakan ummat Islam tidak akan menerima undang-undang apapun yang akan mempertegang kontroversi agama

Peringatannya ini datang bertepatan dengan debat di kalangan Senat Nigeria atas RUU kesetaraan gender yang akan memungkinkan perempuan untuk memperoleh jatah dalam warisan keluarga mereka dan memastikan agar janda bisa mempertahankan hak asuh anak-anaknya bahkan jika dia menikah lagi.

Dia mengatakan, usulan itu tidak diizinkan di dalam Al Qur’an. Ia pun mendesak anggota parlemen yang beragama Islam untuk menentang RUU tersebut. Anggota parlemen Kristen telah menganjurkan perubahan ini untuk mengakhiri diskriminasi terhadap perempuan.

Nigeria memiliki lebih dari 270 kelompok etnis dan setengahnya adalah Muslim yang sebagian tinggal di wilayah utara. Sementara setengahnya lagi Kristen, dan sebagian besar tinggal di selatan.

Parlemen Nigeria sebelumnya menolak usulan RUU ini pada Maret karena tidak cocok dengan budaya Nigeria. Tapi aktivis hak asasi manusia, Bukky Shonibare, mengatakan penentang RUU semakin menegaskan “betapa terbelakangnya Nigeria”, seperti dilaporkan BBC News.

Gubernur Zamfara, Abdul’aziz Yari Abubakar, memuji sambutan dan ketegasan sang sultan. Ia mengatakan negara bagian yang dipimpinnya akan bekerja dengan para pemimpin agama untuk mempromosikan perdamaian di antara ummat Islam dan agama-agama lain di Nigeria. (althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...