Berita Dunia Islam Terdepan

100.000 warga sipil hidup di tengah kondisi sulit di Wadi Barada, Suriah

Wadi Barada yang hancur setelah digempur selama berhari-hari oleh pasukan rezim Nushairiyah dan sekutunya
2

WADI BARADA (Arrahmah.com) – Pasukan rezim Nushairiyah pimpinan Bashar Asad pada Kamis (29/12/2016) meneruskan serangan darat dan udara di desa Wadi Barada yang terletak di barat laut ibukota untuk hari kesembilan berturut-turut di mana sekitar 100.000 warga sipil hidup dalam kondisi yang sangat sulit dan terus memburuk.

Aktivis lokal mengatakan lebih dari 60 bom barel telah dijatuhkan di desa-desa pegunungan di wilayah yang berbatasan dengan Libanon, menewaskan lima orang dan mengancam pasokan air utama untuk Damaskus, lansir Zaman Alwasl.

Tentara rezim meningkatkan pemboman udara untuk merebut kembali daerah tersebut yang merupakan daerah strategis di mana mata air utama yang menyediakan persediaan sebagian besar ibukota berada.

Warga mengatakan tentara menembaki dan membombardir beberapa kota di lembah Wadi Barada sejak Jum’at pekan lalu. jalan menuju ke kota-kota di lembah gunung yang mengelilingi daerah, berada di bawah kendali pasukan elit Garda Republik dan milisi Syiah asal Libanon, “Hizbullah”.

Mereka melanjutkan bahwa pertempuran berfokus di desa Baseimeh di tepi lembah di mana tentara rezim dan sekutunya terus berupaya untuk maju lebih dalam ke sebuah kantong di mana terdapat 10 desa yang dihuni oleh sekitar 100.000 orang.

“Mereka berusaha untuk mendorong kami agar menyetujui kesepakatan dan menyerah, namun kami tidak akan menyerahkan tanah kami,” ujar Abu Al Baraa, seorang komandan Ahrar Syam. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...