Berita Dunia Islam Terdepan

Wartawan Ranu bongkar penyimpangan Social Kitchen melalui reportasenya

Pemred Panjimas.com Widiyarto (kanan) bersama Ketua DSKS Ustadz DR. Muinudinillah
6

JAKARTA (Arrahmah.com) – Pemimpin Redaksi Panjimas.com Widiyarto, Sabtu (24/12/2016), memberikan keterangan tertulis kepada redaksi Arrahmah.com, tentang sepak terjang jurnalistik wartawannya Ranu Muda yang membongkar penyimpangan Social Kitchen lewat reportasenya.

Pertama sekali Widiyarto menegaskan bahwa Ranu Muda Adi Nugroho resmi bergabung menjadi wartawan media online Panjimas.com pada Agustus 2014. Dia mulai menyoroti sepak terjang Kafe Social Kitchen Banjarsari yang meresahkan masyarakat Solo pada Oktober 2015.

Widiyarto menyebutkan, Juli 2016 Ranu hadir meliput Audiensi ormas-ormas Islam Solo dengan pihak Social Kitchen yang dihadiri oleh Kapolsek Banjarsari Kompol Wawan dan Agus Siswantoro dari Satpol PP. Sementara pihak Social Kitchen diwakili oleh Junaidi Rahmat Drajat (Manajer) dan Kuswantoro (Kepala Personalia).

Dalam pertemuan itu, ungkap Widiyarto, ormas-ormas Islam antara lain: Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Jamaah Ansharus Syariah (JAS), Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM), dan Bregade Al Ishlah memprotes berbagai pelanggaran Kafe Social Kitchen, antara lain: sajian striptease (tarian wanita telanjang).

Tak bisa mengelak karena bukti-bukti foto dan testimoni warga sekitar, akhirnya pihak Social Kitchen mengakui dan meminta maaf atas pelanggaran tersebut.

Hasil liputan Ranu tersebut diunggah di laman Panjimas.com berjudul “Gelar Tarian Seronok, Ormas Islam Solo Desak Social Kitchen Ditutup” (http://www.panjimas.com/news/2016/07/18/gelar-tarian-seronok-ormas-islam-solo-desak-social-kitchen-ditutup).

Selanjutnya Rabu 27 Juli 2016 Kafe Social Kitchen membuat surat pernyataan resmi berjanji tidak akan menyuguhkan tarian striptis lagi, dan siap diberi sanksi bila melakukan pelanggaran hukum.

Berita ini ditulis oleh Ranu di laman Panjimas.com “Tak Bisa Mengelak, Social Kitchen Buat Surat Pernyataan Resmi Siap Terima Sanksi” (http://www.panjimas.com/news/2016/08/02/tak-bisa-mengelak-social-kitchen-buat-surat-pernyataan-resmi-siap-terima-sanksi).

Kemudian pada Kamis 11 Agustus 2016, Ormas-ormas Islam beraudiensi dengan Kepala Satpol Pamong Praja (PP) Sutarjo di komplek Balaikota jalan Jend. Sudirman 2, Pasar Kliwon, Solo. Mereka mendesak agar Satpol PP menindak tegas Social Kitchen yang masih nekat menyuguhkan wanita setengah telanjang.

Widiyarto mengungkapkan pertemuan ini diunggah di laman Panjimas.com: “Masih Nekad Tampilkan Tarian Telanjang, LUIS Minta Social Kitchen Ditutup” (http://www.panjimas.com/news/2016/08/12/masih-nekad-tampilkan-tarian-telanjang-luis-minta-social-kitchen-ditutup).

(azmuttaqin/*/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...