Penangkapan Ranu, Forjim menolak kriminalisasi wartawan

61

Support Us

JAKARTA (Arrahmah.com) – Forum Jurnalis Muslim (Forjim) menyayangkan upaya kriminalisasi terhadap wartawan Muslim, Ranu Muda Adi Nugroho (36 tahun). Ranu adalah wartawan media online Islam Panjimas.com, yang bertugas meliput untuk wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

Sebelumnya, Ranu ditangkap oleh aparat kepolisian pada Kamis dini hari (22/12) di rumahnya, Ngasinan RT 03/04, Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah dan selanjutnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penggerebekan di Social Kitchen, 18 Desember 2016. Social Kitchen adalah restoran elite di Jl Abdul Rahman Saleh No. 1, Stabelan, Banjarsari, Solo yang diduga melanggar aturan jam operasional, menjual miras dan mempertontonkan tarian telanjang.

“Ranu ini seorang jurnalis yang sekarang bekerja untuk media Islam Panjimas.com. Informasi yang kita dapatkan, pada saat kejadian dia dalam posisi sebagai peliput,” ungkap Ketua Umum Forum Jurnalis Muslim (Forjim), Adhes Satria dalam siaran persnya, Jumat malam (23/12/2016).

Secara pribadi, Adhes mengaku mengenal Ranu dan bahkan pernah melakukan liputan bersama dalam kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) MUI di Surabaya pada 2015 lalu. Sebagai wartawan media Islam, sangat wajar jika Ranu memiliki banyak kedekatan dengan tokoh-tokoh Islam dan ormas-ormas Islam. Justru akan aneh jika wartawan media Islam tidak dekat dengan kalangan Islam.

“Dia termasuk wartawan yang gigih dan berdedikasi tinggi terhadap profesinya,” lanjut alumni IISIP Jakarta ini.

Berita Terkait

Terkait teknis peliputan Ranu yang melekat (embedded) dengan Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) di Social Kitchen pada Ahad dini hari (18/12), Adhes menilai dalam dunia jurnalistik merupakan hal biasa alias lazim wartawan melakukan liputan embedded. Sehingga tidak perlu disoal, kenapa Ranu dalam tugasnya pada dini hari itu menumpang dengan kendaraan pengurus LUIS.

“Kalau embedded journalism itu biasa, bukan hal aneh. Wartawan-wartawan yang ikut liputan penangkapan teroris itu embedded dengan aparat,” jelas wartawan senior yang pernah bergabung dengan Majalah Islam Sabili ini.

Meski liputan melekat, lanjut Adhes, ia yakin Ranu tetap independen dalam menjalankan tugasnya. “Tentu saja dia harus tetap netral, independen, kritis dan tetap menyampaikan informasi secara berimbang sesuai dengan prinsip-prinsip jurnalistik,” imbuhnya.

Adhes mengatakan, penetapan tersangka terhadap Ranu akibat melakukan tugasnya sebagai seorang wartawan, akan menjadi preseden buruk bagi profesi jurnalis dan kebebasan pers. Karena itu ia tegas menolak segala upaya kriminalisasi terhadap wartawan.

“Kami meminta aparat untuk menghentikan upaya-upaya kriminalisasi terhadap wartawan. Terkait Ranu, bila ternyata dia tidak terbukti ikut melakukan perusakan di Social Kitchen kami mendesak agar dia dibebaskan secepatnya,” pungkasnya.

(azmuttaqin/*/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Erdogan: "Penghinaan terhadap Nabi Muhammad bukan bagian dari kebebasan"

ANKARA (Arrahmah.com) - Menghina kepercayaan orang lain bukan bagian dari kebebasan, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, sebagai kritik atas meningkatnya sentimen anti-Muslim di negara-negara Barat. "Anda telah mengikuti dengan…

Netanyahu janjikan kunjungan ke Bahrain

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu mengatakan dia akan mengunjungi Bahrain "segera" atas undangan Putra Mahkota negara Teluk Salman al-Khalifa. Bahrain mengikuti Uni Emirat Arab (UEA) dalam…

Demi keamanan nasional, pemerintah Selandia Baru akan sembunyikan bukti serangan terorisme di…

CHRISTCHURCH (Arrahmah.com) - Bukti-bukti yang diberikan oleh para menteri dan kepala eksekutif sektor publik dalam penyelidikan serangan terorisme di Christchurch tidak akan dipublikasikan hingga 30 tahun ke depan, ujar pihak berwenang…

400 kuburan Muslim Tuo ditemukan di Spanyol

TAUSTE (Arrahmah.com) – Pekerja jalan di kasawan Kota Tauste, timur laut Spanyol secara tak terduga menemukan kuburan Islam yang diperkirakan digunakan pada abad ke-8 hingga abad 11 Masehi. Lebih dari 400 kuburan ditemukan di situs…

Prancis akan menuntut bahkan mendeportasi keluarga Muslim yang menentang karikatur Nabi Muhammad

PARIS (Arrahmah.com) - Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan pada Jumat (20/11/2020) bahwa pemerintah akan mengklasifikasikan protes yang dilakukan orang tua siswa yang marah saat seorang guru menunjukkan karikatur Nabi…

Video: Militer Australia Bunuh 39 Muslim Afghan

KABUL (Arrahmah.com) – Pasukan khusus Australia diduga membunuh 39 tahanan dan warga sipil tak bersenjata di Afghanistan, dengan komando senior dilaporkan memaksa tentara juniornya untuk membunuh tawanan tak berdaya sebagai pengalaman…

Pemerintah Indonesia buka layanan calling visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemerintah Indonesia secara mengejutkan membuka layanan visa elektronik atau e-Visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya dengan subyek calling visa atau layanan visa khusus untuk negara dengan tingkat kerawanan…

Netanyahu desak agar AS tak kembali ke kesepakatan nuklir Iran

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu, dalam pesan kepada Presiden terpilih AS Joe Biden, mengatakan pada hari Minggu (22/11/2020) seharusnya tidak ada kembali ke kesepakatan nuklir Iran 2015 yang…

Erdogan dan Raja Salman Sepakat Tingkatkan Hubungan

ANKARA (Arrahmah.com) –Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz sepakat memperbaiki hubungan bilateral dan menyelesaikan berbagai masalah lewat dialog. Kedua pemimpin itu berbicara melalui telepon menjelang…

Lima Orang Jamaah Masjid Dibunuh dan Puluhan Diculik di Nigeria

ABUJA (Arrahmah.com) – Serangan yang dilakukan sekelompok orang bersenjata terjadi di sebuah masjid di barat laut Nigeria. Serangan itu menjatuhkan banyak korban, lima jamaah meninggal dunia sementara 40 orang lainnya diculik. Serangan…

Prancis Ngamuk Setelah Pakistan Tuduh Macron Sama Seperti Nazi

PARIS (Arrahmah.com) – Prancis menuntut Pakistan menarik komentar Menteri Federal untuk HAM Shireen Mazari yang menyamakan Presiden Emmanuel Macron dengan Nazi. Melalui Twitter, Mazari menyebut Macron memperlakukan Muslim di Prancis…

Anggota DPR: Layanan calling visa bagi "Israel" merupakan pengkhianatan UUD '45

JAKARTA (Arrahmah.com) - Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, menilai segala bentuk kerjasama antara Indonesia dengan "Israel" merupakan bentuk pengkhianatan terhadap Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Sebab menurut Sukamta, menghapuskan…

Iklan