Berita Dunia Islam Terdepan

Ormas Parmusi usulkan Habib Rizieq jadi Imam Besar Nasional penegakan amar ma’ruf nahi munkar

Habib Rizieq Shihab di Aksi Bela Islam
2

JAKARTA (Arrahmah.com) – Ormas Islam Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) dalam salah satu butir refleksi akhir tahunnya yang dibacakan Ketum Parmusi Usamah Hisyam, Senin (19/12/2016), mengusulkan seluruh komponen umat Islam khususnya ormas Islam, OP Islam, majelis taklim, DKM, Laskar Islam, untuk segera bermusyawarah menentapkan Habib Rizieq Syihab sebagai Imam Besar Nasional untuk menjadi acuan dalam penegakan amar makruf nahi munkar di negeri ini.

Usamah Hisyam mengungkapkan bahwa Habib Rizieq yang saat ini menjadi Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) adalah sosok yang sukses mempersatukan umat dalam Aksi Bela Islam.

“Mari umat Islam bersepakat menjadikan Habib Rizieq sebagai Imam Besar Nasional dalam penegak amar ma’ruf nahi munkar,” kata Usamah dalam konpers penutupan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Parmusi di Hotel Amarosa Jakarta, Senin (19/12).

Diketahui, sososk Habib Rizieq dinilai oleh banyak kalangan, menjadi motor penggerak rentetan aksi damai bela Islam. Dia melalui GNPF MUI, dapat menyatukan gerak langkah umat Islam dalam aksi menuntut keadilan terhadap penistaan agama oleh Ahok; Mulai dari aksi 14 Oktober, aksi damai 411 dan aksi super damai 212.

Parmusi dengan paradigma baru Connecting Muslim, mengeluarkan refleksi akhir tahun di sela-sela Rakornas yang digelar sejak tanggal 17-20 Desember 2016 di Jakarta.

Usamah mengungkapkan salah satu agenda Rakornas ini adalah menyelenggarakan seminar bertema “Memenangkan Islam untuk Keadilan Umat Menuju Masyarakat yang Diridhai Allah” guna menyikapi kondisi nasional yang disebut Usamah semakin jauh arahnya dari cita-cita yang dimiliki Parmusi.

“Kondisi ini urgen untuk disikapi bersama,” katanya.

Selain itu dia menyebut saat ini umat Islam ditempatkan dalam posisi terpuruk, pada titik nadir. Kata Usamah , saking terpuruknya umat Islam, jutaan umat Islam yang mengikuti Aksi Bela Islam dua dan tiga, tidak mampu membuat pemerintah di negeri ini bersikap adil terhadap penista agama, Ahok.

(azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...