Berita Dunia Islam Terdepan

DSKS meminta Indonesia bersikap soal pembantaian warga sipil di Aleppo

Aksi solidaritas ribuan Muslim Solo Raya untuk Muslim Aleppo, Jumat (16/12/2016)
3

SOLO (Arrahmah.com) – Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) meminta pemerintah Indonesia ikut berperan aktif, bersikap nyata dan ikut serta dalam memberikan peran diplomasi di PBB untuk memberikan sanksi tegas kepada penjahat perang rezim Bashar Asad.

“Bahkan jika dipandang perlu memutus hubungan diplomatik dengan negara negara Rusia dan Iran. Pemerintah Indonesia bisa meniru sikap tegas pemerintah Arab Saudi yang memulangkan diplomat Rusia,” demikian pernyataan resmi DSKS yang diterima redaksi Jumat (16/12/2016).

Pembantaian warga sipil yang notabene Muslim di Aleppo terjadi saat telah disepakatinya gencatan senjata anatara pasukan oposisi dan militer Syiah Suriah yang didukung Rusia, Iran dan milisi Syiah dari berbagai negara. Padahal semestinya gencatan senjata tersebut memberi kesempatan kepada warga sipil mengungsi dan badan kemanusian dunia melakukan evakuasi warga sipil Aleppo.

Berikut selengkapnya pernyataan Dewan Syariah Kota Surakarta terkait pembantaian warga sipil di Aleppo Suriah.

Berdasarkan data data yang ada bahwa pada hari Selasa, 13 Desember 2016 telah terjadi Pembantaian warga sipil di Aleppo Suriah hingga berdampak pada ratusan warga sipil meninggal dunia, ribuan orang mengungsi serta puluhan bangunan fisik rusak

Yang menjadi keprihatinanan kita bersama adalah pembantaian tersebut terjadi ketika telah disepakatinya gencatan senjata yang semestinya memberi kesempatan kepada warga sipil mengungsi dan badan kemanusian dunia melakukan evakuasi warga sipil Aleppo

Namun pemerintah dibawah rezim Bassar As’ad yang di dukung Rusia, Iran dan Milisi Syiah justru membombardir kota Aleppo di Suriah dengan jet-jet tempur secara membabi buta tanpa pandang bulu, hingga menimbulkan korban jiwa para wanita, anak-anak, orang tua dan termasuk target rumah sakit

Untuk itu Dewan Syariah Kota Surakarta menyatakan sikap :

  1. Berharap lembaga internasional seperti PBB bisa proaktif dan memaksimalkan perannya dalam perdamaian di Suriah termasuk menangani pengungsian, pelanggaran HAM maupun kejahatan perang yang dilakukan oleh Rezim Basar As’ad, Rusia, Iran dan Milisi Syiah
  2. Meminta Pemerintah Indonesia ikut berperan aktif, bersikap nyata dan ikut serta dalam memberikan peran diplomasi di PBB untuk memberikan sanksi tegas kepada penjahat perang Rezim Bassar As’ad dan jika dipandang perlu memutus hubungan diplomatik dengan negara negara Rusia dan Iran. Pemerintah Indonesia bisa meniru sikap tegas pemerintah Arab Saudi yang memulangkan Diplomat Rusia
  3. Mendukung lembaga sosial dan aksi kemanusiaan nasional maupun internasional untuk menyelamatkan, merehabilitasi warga sipil di Aleppo yang semakin terintimidasi fisik maupun psikis oleh Rezim Bassar As’ad dan sekutunya
  4. Senantiasa mendoakan dengan bacaan Qunut Nazilah untuk keselamatan umat Islam di Aleppo khususnya dan Suriah pada umumnya

Surakarta, 16 Desember 2016

Dewan Syariah Kota Surakarta

Ketua

Dr. Muinnudinnillah Basri, Ma

Sekretaris

Tengku Azhar, Lc

(azmuttaqin/*/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...